Penggunaan Kontrasepsi Menurun, Waspadai Lonjakan Penduduk

Pemerintah Sarankan Warga Memakai Metode KB Alami

BIAR SEHAT: Foto yang diambil sebelum wabah korona ini memperlihatkan kader Posyandu sedang mengecek berat badan balita. Kini, di tengah wabah, tingkat penggunaan alat kontrasepsi menurun, dikhawatirkan terjadi lonjakan jumlah penduduk.

TOMPOKERSAN.RADARJEMBER.ID – Wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), rupanya tak hanya berdampak secara sosial dan ekonomi, upaya pengendalian penduduk juga terancam terganggu akibat wabah tersebut. Berdasarkan data pemerintah, penggunaan alat kontrasepsi menurun akibat penerapan physical distancing maupun social distancing.

IKLAN

Kebijakan pembatasan jarak ini, termasuk di fasilitas kesehatan, memang penting untuk menekan penularan Covid-19. Hanya saja, memiliki efek samping yakni membuat warga kesulitan mengakses progam KB. Padahal progam tersebut sangat penting untuk mengendalikan jumlah penduduk di Kabupaten Lumajang.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dr Rosyidah menjelaskan, data jumlah penggunaan alat kontrasepsi setiap bulan terus menurun. Hal itu menjadikan tingkat kehamilan berpotensi semakin meningkat.

“Baik pemakaian IUD (KB Spiral) kemudian pemakai implant kayaknya juga menurun,” ujarnya. Kondisi tersebut merupakan dampak dari pembatasan pelayanan kesehatan di puskesmas yang hanya melayani beberapa orang.

Termasuk pelayanan kesehatan yang menggunakan suntik maupun pemakaian pil. Sebab, untuk melakukan pemasangan alat kontrasepsi sebagian besar hanya bisa dilakukan di puskesmas.

Namun karena kontak langsung saat ini dibatasi, pihaknya menyarankan bagi warga yang ingin melanjutkan maupun mau mulai melakukan progam KB diminta secara alamiah. “Kan ada berbagai macam cara, secara alamiah ya pantang berkala sesuai masa subur dan tidak subur. Atau pada saat senggama dengan model terputus. Ada beragam cara dan model untuk melakukan KB yang alami,” tambahnya.

dr Rosyidah mengakui, banyaknya orang yang menghabiskan waktu sehari-hari di rumah serta mengurangi aktivitas di luar rumah membuat proses pengendalian penduduk terganggu. “Mulai bulan Februari sampai Maret itu pesertanya terus menurun,” pungkasnya. (kl)

Reporter : Atieqson Mar Iqbal

Fotografer : Ridho Abdullah Akbar

Editor : Hafid Asnan