alexametrics
24.4C
Jember
Tuesday, 19 January 2021
Mobile_AP_Top Banner

Minta Lakukan Mitigasi Bencana secara Detail

Pengungsi Banyak Kembali Pulang ke Rumah Masing-Masing

Desktop_AP_Leaderboard
Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sekalipun sisa debu vulkanis masih mengendap di aliran Sungai Besuk Curah Kobokan, warga Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, dan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, tetap bertahan. Mereka mengungsi hanya ketika menjelang malam. Itu pun tidak semuanya.

Untuk mengurangi dampak bencana, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq mendatangi Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, kemarin. Mereka memastikan inventarisasi mitigasi bencana sudah dilakukan.

Diakui, beberapa titik lokasi pengungsian jarang didapati warga. Kebanyakan mereka memilih pulang menempati rumah masing-masing. Padahal lahar susulan masih mengancam. Bukan lahar panas saja, melainkan banjir lahar dingin yang diakibatkan guyuran hujan pada endapan debu tersebut masih perlu diantisipasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Samsul Arifin, Sekretaris Desa Sumberwuluh, mengatakan, warga desanya nekat meninggalkan lokasi pengungsian, kemarin malam. Mereka kembali ke rumah masing-masing meskipun debu vulkanis masih mengendap tebal. Untuk mengantisipasi bencana susulan, pihaknya melakukan pemetaan evakuasi.

“Kalau malam cukup banyak warga yang kadang menginap di pos pantau. Namun, keesokan harinya mereka pulang. Kami tidak bisa mencegah, karena banyak yang beralasan melihat hewan ternak mereka. Ada yang beralasan mau mengamankan barang-barang di rumah,” katanya.

Gubernur Khofifah mengatakan, pemetaan jalur evakuasi harus dilakukan secara detail. Termasuk mendorong warga agar mengungsi di tempat yang lebih aman. Sebab, potensi lahar susulan bisa saja terjadi. Apalagi masih banyak endapan debu vulkanis di sepanjang Sungai Besuk Curah Kobokan.

“Kami ingin mendapatkan update seluruh informasi yang terkonfirmasi di pos pantau. Pertama, mulai perencanaan mitigasi bencana yang sudah dilakukan. Juga mengajak seluruh komunitas jaringan radio untuk memberikan informasi kepada masyarakat sekaligus untuk menjaga keselamatan bersama,” pungkasnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Sekalipun sisa debu vulkanis masih mengendap di aliran Sungai Besuk Curah Kobokan, warga Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, dan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, tetap bertahan. Mereka mengungsi hanya ketika menjelang malam. Itu pun tidak semuanya.

Untuk mengurangi dampak bencana, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq mendatangi Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, kemarin. Mereka memastikan inventarisasi mitigasi bencana sudah dilakukan.

Diakui, beberapa titik lokasi pengungsian jarang didapati warga. Kebanyakan mereka memilih pulang menempati rumah masing-masing. Padahal lahar susulan masih mengancam. Bukan lahar panas saja, melainkan banjir lahar dingin yang diakibatkan guyuran hujan pada endapan debu tersebut masih perlu diantisipasi.

Samsul Arifin, Sekretaris Desa Sumberwuluh, mengatakan, warga desanya nekat meninggalkan lokasi pengungsian, kemarin malam. Mereka kembali ke rumah masing-masing meskipun debu vulkanis masih mengendap tebal. Untuk mengantisipasi bencana susulan, pihaknya melakukan pemetaan evakuasi.

“Kalau malam cukup banyak warga yang kadang menginap di pos pantau. Namun, keesokan harinya mereka pulang. Kami tidak bisa mencegah, karena banyak yang beralasan melihat hewan ternak mereka. Ada yang beralasan mau mengamankan barang-barang di rumah,” katanya.

Gubernur Khofifah mengatakan, pemetaan jalur evakuasi harus dilakukan secara detail. Termasuk mendorong warga agar mengungsi di tempat yang lebih aman. Sebab, potensi lahar susulan bisa saja terjadi. Apalagi masih banyak endapan debu vulkanis di sepanjang Sungai Besuk Curah Kobokan.

“Kami ingin mendapatkan update seluruh informasi yang terkonfirmasi di pos pantau. Pertama, mulai perencanaan mitigasi bencana yang sudah dilakukan. Juga mengajak seluruh komunitas jaringan radio untuk memberikan informasi kepada masyarakat sekaligus untuk menjaga keselamatan bersama,” pungkasnya.

Mobile_AP_Half Page
Desktop_AP_Half Page

Berita Terbaru

Desktop_AP_Rectangle 1

Wajib Dibaca

Mangkrak sejak Pertama Tiba

Ragnarock Akhirnya Di-blacklist

Hampir Jadi Kolam

Pasang Headrest, Cegah Kelumpuhan