alexametrics
24.4C
Jember
Tuesday, 19 January 2021
Mobile_AP_Top Banner

Giliran Lahar Dingin Menerjang

Terjadi Lima Kali Letusan dalam Semalam

Desktop_AP_Leaderboard
Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDSetelah lahar panas, hujan yang mengguyur deras di kawasan Gunung Semeru menyebabkan petaka lain. Tumpukan material vulkanis yang mengendap diseret air hingga menyebabkan lahar dingin. Mulai dari Curah Kobokan sampai Jembatan Perak, lahar dingin terlihat begitu besar.

Wawan Hadi Siswo, Kabid Kesiapsiagaan, Kedaruratan, dan Logistik BPBD Lumajang, menyatakan, hujan yang melanda kawasan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo membuat daerah aliran sungai Gunung Semeru mengalami banjir. “Hujan yang terjadi kemarin sangat lama, sehingga material ikut turun,” ucapnya.

Peristiwa terjadinya erupsi pada 1 Desember membuat material isi perut Gunung Semeru menumpuk di Curah Kobokan. Dengan adanya hujan itu, sedikit demi sedikit material tergerus karena hujan. Akibatnya, material itu terbawa arus sehingga menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dipastikan banjir lahar dingin ini akan terus terjadi ketika intensitas hujan tinggi dan berlangsung lama. Bahkan, berpotensi menjadi sumber petaka baru jika material yang terbawa arus begitu banyak.

Namun, tidak sedikit yang bersyukur atas adanya banjir lahar dingin besar kemarin. Terutama bagi kalangan penambang pasir. Sebab, lahar yang terbawa tersebut tercuci secara alami sehingga debunya terpisah dengan pasir. “Pasirnya itu berkualitas bagus. Penambang suka itu,” ucapnya.

Meski demikian, dia tetap mengimbau agar warga tetap waspada. Sebab, banjir yang terjadi kemarin sangat besar. Material yang terbawa tidak hanya pasir. Namun, ada juga batu besar. Dia berharap kalangan penambang di daerah hilir tetap berhati-hati. “Terutama masyarakat, untuk tidak mendekati sungai karena masih cukup berbahaya,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Tanggap Erupsi Gunung Semeru Kristianto menyatakan, aktivitas Semeru masih fluktuatif. Hasil letusan yang terjadi pertama kali kemarin mengakibatkan guguran lava yang mengendap tercatat 6 juta kubik.

Dia juga menyatakan, dalam semalam kemarin tercatat letusan sebanyak 5 kali. Dengan sekali letusan berdurasi 90 detik. Sementara guguran awan panas hanya sekali, namun letusannya setinggi 2.500 meter. “Namun, arah letusan guguran kemarin terhalang kabut. Jadi, tidak begitu kelihatan,” ucapnya.

 

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDSetelah lahar panas, hujan yang mengguyur deras di kawasan Gunung Semeru menyebabkan petaka lain. Tumpukan material vulkanis yang mengendap diseret air hingga menyebabkan lahar dingin. Mulai dari Curah Kobokan sampai Jembatan Perak, lahar dingin terlihat begitu besar.

Wawan Hadi Siswo, Kabid Kesiapsiagaan, Kedaruratan, dan Logistik BPBD Lumajang, menyatakan, hujan yang melanda kawasan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo membuat daerah aliran sungai Gunung Semeru mengalami banjir. “Hujan yang terjadi kemarin sangat lama, sehingga material ikut turun,” ucapnya.

Peristiwa terjadinya erupsi pada 1 Desember membuat material isi perut Gunung Semeru menumpuk di Curah Kobokan. Dengan adanya hujan itu, sedikit demi sedikit material tergerus karena hujan. Akibatnya, material itu terbawa arus sehingga menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin.

Dipastikan banjir lahar dingin ini akan terus terjadi ketika intensitas hujan tinggi dan berlangsung lama. Bahkan, berpotensi menjadi sumber petaka baru jika material yang terbawa arus begitu banyak.

Namun, tidak sedikit yang bersyukur atas adanya banjir lahar dingin besar kemarin. Terutama bagi kalangan penambang pasir. Sebab, lahar yang terbawa tersebut tercuci secara alami sehingga debunya terpisah dengan pasir. “Pasirnya itu berkualitas bagus. Penambang suka itu,” ucapnya.

Meski demikian, dia tetap mengimbau agar warga tetap waspada. Sebab, banjir yang terjadi kemarin sangat besar. Material yang terbawa tidak hanya pasir. Namun, ada juga batu besar. Dia berharap kalangan penambang di daerah hilir tetap berhati-hati. “Terutama masyarakat, untuk tidak mendekati sungai karena masih cukup berbahaya,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Tanggap Erupsi Gunung Semeru Kristianto menyatakan, aktivitas Semeru masih fluktuatif. Hasil letusan yang terjadi pertama kali kemarin mengakibatkan guguran lava yang mengendap tercatat 6 juta kubik.

Dia juga menyatakan, dalam semalam kemarin tercatat letusan sebanyak 5 kali. Dengan sekali letusan berdurasi 90 detik. Sementara guguran awan panas hanya sekali, namun letusannya setinggi 2.500 meter. “Namun, arah letusan guguran kemarin terhalang kabut. Jadi, tidak begitu kelihatan,” ucapnya.

 

Mobile_AP_Half Page
Desktop_AP_Half Page

Berita Terbaru

Desktop_AP_Rectangle 1

Wajib Dibaca