alexametrics
23.5C
Jember
Tuesday, 19 January 2021
Mobile_AP_Top Banner

Bertahan di Sekitar Abu Vulkanis

Desktop_AP_Leaderboard
Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Seluruh warga di sekitar aliran Sungai Besuk Curah Kobokan memilih bertahan meskipun ancaman lahar susulan menyelimuti. Mereka seakan yakin letusan Gunung Semeru tak sampai rumahnya. Padahal lahar panas sepanjang 11 kilometer kemarin mengaliri sekitar 7 menit.

Sahlan, warga Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, ini misalnya, letusan gunung bersama hamburan debu vulkanis yang menutup pandangan mata tidak membuat dirinya bersama keluarganya panik. Mereka tetap melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman, namun setelah itu kembali pulang.

“Bukannya tidak takut, tapi kami sudah terbiasa mendengar Gunung Semeru gemuruh ketika mengeluarkan lava. Jadi, kami hanya pindah sementara, kemudian balik lagi ke rumah,” ucapnya, saat ditemui di sekitar rumahnya. Menurutnya, memang letusan ini cukup dahsyat, tetapi tidak membahayakan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ucapan serupa juga dilontarkan beberapa tetangga di sekitar rumahnya. Menurut Jumal, letusan Gunung Semeru memang membuat rumah yang dia tinggali bersama keluarganya dipenuhi abu vulkanis. Bahkan ketika ada kendaraan melintas depan rumahnya, abu itu kembali berhamburan.

“Mau pindah bagaimana? Kan di sini rumah kami. Kalaupun hujan deras dan banjir lahar, kawasan ini masih cukup aman. Hanya sisa-sisa abu letusan ini saja yang kami terima. Selebihnya tidak apa-apa,” tambahnya.

Sementara itu, Petugas Pos Pantau Pengamatan Gunung Semeru Kristianto mengatakan, berdasar sejumlah material vulkanis, mulai dari abu, kerikil, hingga batu, termasuk bahan material lainnya yang dikeluarkan beberapa hari kemarin, gunung ini masih berstatus waspada atau level dua. Terakhir terjadi guguran lava sekitar pukul tiga dini hari.

“Kami sudah melakukan mitigasi jika terjadi bencana susulan. Kami sudah menyiapkan semuanya dengan detail. Mulai dari koordinasi dengan pihak terkait hingga memetakan jalur-jalur mana yang bisa digunakan jika guguran lava itu turun,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Seluruh warga di sekitar aliran Sungai Besuk Curah Kobokan memilih bertahan meskipun ancaman lahar susulan menyelimuti. Mereka seakan yakin letusan Gunung Semeru tak sampai rumahnya. Padahal lahar panas sepanjang 11 kilometer kemarin mengaliri sekitar 7 menit.

Sahlan, warga Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, ini misalnya, letusan gunung bersama hamburan debu vulkanis yang menutup pandangan mata tidak membuat dirinya bersama keluarganya panik. Mereka tetap melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman, namun setelah itu kembali pulang.

“Bukannya tidak takut, tapi kami sudah terbiasa mendengar Gunung Semeru gemuruh ketika mengeluarkan lava. Jadi, kami hanya pindah sementara, kemudian balik lagi ke rumah,” ucapnya, saat ditemui di sekitar rumahnya. Menurutnya, memang letusan ini cukup dahsyat, tetapi tidak membahayakan.

Ucapan serupa juga dilontarkan beberapa tetangga di sekitar rumahnya. Menurut Jumal, letusan Gunung Semeru memang membuat rumah yang dia tinggali bersama keluarganya dipenuhi abu vulkanis. Bahkan ketika ada kendaraan melintas depan rumahnya, abu itu kembali berhamburan.

“Mau pindah bagaimana? Kan di sini rumah kami. Kalaupun hujan deras dan banjir lahar, kawasan ini masih cukup aman. Hanya sisa-sisa abu letusan ini saja yang kami terima. Selebihnya tidak apa-apa,” tambahnya.

Sementara itu, Petugas Pos Pantau Pengamatan Gunung Semeru Kristianto mengatakan, berdasar sejumlah material vulkanis, mulai dari abu, kerikil, hingga batu, termasuk bahan material lainnya yang dikeluarkan beberapa hari kemarin, gunung ini masih berstatus waspada atau level dua. Terakhir terjadi guguran lava sekitar pukul tiga dini hari.

“Kami sudah melakukan mitigasi jika terjadi bencana susulan. Kami sudah menyiapkan semuanya dengan detail. Mulai dari koordinasi dengan pihak terkait hingga memetakan jalur-jalur mana yang bisa digunakan jika guguran lava itu turun,” pungkasnya.

 

Mobile_AP_Half Page
Desktop_AP_Half Page

Berita Terbaru

Desktop_AP_Rectangle 1

Wajib Dibaca