Bukan Kelas RW Lagi

CANTIK: Pemandangan jalan masuk RW 5 yang rapi dan indah. Seluruh warga hampir setiap hari melakukan kerja bakti dan bersih-bersih untuk mempercantik kampungnya.

DITOTRUNAN.RADARJEMBER.ID – Biasanya perlombaan kebersihan digelar di berbagai kalangan masyarakat mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, hingga antar kecamatan. Tetapi apa jadinya jika ada salah satu kawasan yang tak diizinkan ikut lomba kebersihan?
Eits, bukan berarti kawasan itu kotor ya. Namun justru terlalu bersih untuk tingkatannya. Ya, ini dialami lingkungan RT 5 Kelurahan Ditotrunan.
Banyak cara menumbuhkan kesadaran warga agar menjaga kebersihan rumahnya masing-masing. Terutama untuk mengatasi persoalan sampah di wilayah perkotaan. Salah satunya dengan mengadakan lomba kampung resik.
Kebijakan itu ternyata bukan tanpa alasan. RW 5 ini dianggap sudah tidak pantas mengikuti perlombaan itu. Levelnya seharusnya sudah tingkat perlombaan nasional. Baik sebelum ada perlombaan maupun tidak, seluruh warga kampung terbiasa gotong royong mempercantik wilayahnya.
Saeful Ketua RW ini mengatakan, kerja bakti seluruh warganya seakan tidak mengenal waktu. Tidak pula mengenal warga RT mana. Yang jelas setiap pagi, siang, hingga malam baik kalangan anak-anak, remaja, tua termasuk lansia semangat merawat lingkungan. Bahkan disiplin menjaga kebersihan.
Keunikan ini bahkan sempat membuat warga RW lain takjub. Sebab, beberapa kali warga kampung sebelahnya mencoba mereplikasi, namun tidak bertahan lama. “Kalau dipikir-pikir saya sendiri heran, warga di sini antusias gotong royong. Kadang RT 1 bantu kerja bakti RT 3, begitu sebaliknya. Sampai-sampai kampung ini tidak boleh ikut lomba,” ucapnya.
Padahal letaknya di perkotaan, tepat di belakang Pendapa Arya Wiraraja. Namun kerukunan sesama warga mengakar kuat. Persaudaraan sangat kuat. Warga pendatang di kampung itu bakal sungkan jika tidak ikut kerja bakti. Mulai gang-gang kecil, rumah-rumah warga, taman terlihat rapi dan bagus. Tidak ada celah untuk kotor. Tak heran jika kawasan ini sering menjadi jawara lomba kebersihan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lumajang, Yuli Harismawati menjelaskan, lomba kampung resik tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dalam mengolah sampahnya sendiri. Pendaftaran di mulai 27 Juli hingga 2 Agustus. Harapannya setelah dilakukan lomba, kesadaran tersebut bisa awet serta bisa menularkan ke warga-warganya. “Lainnya bisa ikut, kecuali RW 5 Kelurahan Ditotrunan,” pungkasnya. (kl)

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Atieqson Mar Iqbal
Fotografer: Atieqson Mar Iqbal