Menjamurnya Penyelenggara Umrah dan Haji yang Tak Terkontrol

 Sudah Bodong, kok Dibiarkan

Upaya penertiban pada sejumlah cabang travel umrah dan haji terus dilakukan. Namun, meski belum mengantongi izin resmi, mereka tetap memasang banner promosi. Padahal, keberadaannya masih belum jelas, alias bodong.

Dampak pelarangan masuk Arab Saudi tampaknya tidak hanya membuat ketar-ketir calon jamaah yang bakal berangkat umrah. Sejumlah pengusaha bisnis travel umrah dan haji juga ikut was-was. Sebab, kebanyakan yang belum mengantongi izin juga mulai dipelototi.

IKLAN

Tidak sedikit lembaga cabang penyelenggara umrah dan haji yang beroperasi di Lumajang. Sedikitnya, ada sepuluh lembaga yang tetap beroperasi. Mereka tetap melakukan rekrutmen jamaah pada masyarakat untuk keberangkatan ke Saudi. Padahal, kejelasan kantor cabangnya sampai saat ini belum ada, alias ilegal.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Lumajang Muhammad Sugianto menjelaskan, seluruh pengusaha bisnis travel tersebut memang tidak berizin. Namun, mereka tetap beroperasi di Lumajang. Padahal sudah diberikan teguran. “Kalau operasionalnya mereka izin, namun cabangnya ini yang belum izin,” ujarnya.

Dari sepuluh tersebut, tampaknya hanya beberapa saja yang sampai saat ini mengajukan izin cabang. Sisanya tetap melakukan promosi meskipun belum mengantongi izin. “Sementara ini, hanya tiga PT saja yang mengajukan izin. Selain itu belum. Kita sudah koordinasi ke Satpol PP,” tambahnya.

Matali Bilogo, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satlpol PP) Lumajang, mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya-upaya memberi peringatan untuk pemasangan banner promosi yang belum berizin. Terutama bagi pengusaha travel yang tetap membuka pendaftaran. “Peringatan untuk penurunan sudah dilakukan. Jika kita menemui lagi, bakal ditindak,” ujarnya.

Bahkan, pihaknya terus mengingatkan sejumlah travel ilegal yang sampai saat ini belum berizin. Terutama bagi travel cabang yang masih ngeyel beroperasi mempromosikan usahanya. “Akan kami tutup jika tidak mengindahkan aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Reporter : Atieqson Mar Iqbal

Fotografer : Atieqson Mar Iqbal

Editor : Hafid Asnan