Bupati Thoriqul Haq Hadiri Acara Dharma Santri

Fasilitas Pura Mandara Giri Bakal Ditambah

BAKAL DITAMBAH: Bupati Lumajang H Thoriqul Haq MML ketika menghadiri Dharma Santri Hari Raya Nyepi, akhir pekan kemarin. Bupati menegaskan akan menambah fasilitas pura.

RADARJEMBER.ID – Pura Mandara Giri Semeru Agung yang ada di Senduro tidak akan diabaikan dalam pemerintahan kali ini. Bupati Lumajang H Thoriqul Haq MML menegaskan tekadnya untuk menambah fasilitas yang ada pada salah satu pura tertua di tanah Jawa tersebut.

IKLAN

Bupati Lumajang yang akrab disapa Cak Thoriq itu menghadiri Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941/2019 di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Kecamatan Senduro, akhir pekan kemarin.

Cak Thoriq tidak hadir sendirian. Dia didampingi istri, Ny Musfarinah Nuryatin M Pd. Hadir juga PJ Sekda Drs AGus Triyono MSi pada Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941 yang mengusung tema ‘Melalui Catur Barata Penyepian, Kita Sukseskan Pemilu 2019’ itu.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan, bahwa pihaknya akan memberikan tambahan fasilitas terhadap Pura Mandara Giri. Agar makin menarik berbagai kalangan masyarakat untuk berkunjung.

Menurut dia, Pura Mandara Giri menjadi salah satu potensi yang dapat mendorong pertumbuhan  perekonomian bagi warga masyarakat Senduro. “Saya ingin Pure Mandara Giri tidak hanya sebagai tempat beribadah saja, tetapi juga sebagai tempat pertumbuhan potensi perekonomian masyarakat Senduro,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Lumajang Edy Sumianto Sag menjelaskan bahwa Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka.

Dijelaskannya bahwa pada Nyepi Tahun Baru Saka 1941, umat Hindu melakukan Catur Brata Penyepian. Di antaranya Amati Geni, artinya tidak boleh menyalakan lampu; Amati Karya, artinya tidak boleh kerja; Amati Lelungan, artinya tidak bepergian, dan Amati Lelalunggan, artinya tidak boleh bersenang.

Dia mengungkapkan bahwa dalam memperingati Nyepi Tahun Baru Saka, ada beberapa kegiatan yang dilakukan. Di antaranya melaksanakan upacara Melasti serta upacara Pengkrupukan (Ogoh ogoh), dan Catur Bratha (Penyepian). Acara tersebut diikuti ratusan seluruh umat Hindu se-Lumajang.

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Humas Pemkab Lumajang for Radarjember.id

Editor : Narto