Sambut 1 Muharam, Kampanyekan Pesan Damai

KIRAB 1 MUHARAM: Aktivitas sejumlah siswa saat mengikuti kirab dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam

RADAR JEMBER.ID – Maraknya kasus konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) beberapa hari yang lalu menjadi perhatian serius sejumlah kalangan. Salah satunya lembaga pendidikan yang turut peduli dengan keutuhan NKRI. Mereka tak sekadar mengajar, namun juga  memberikan pemahaman tentang sikap toleransi dalam berbangsa dan bernegara.

IKLAN

Seperti aksi long march yang melibatkan pelajar Yayasan Al-Furqon, (30/8) kemarin. Sambil membawa kertas bertuliskan pesan damai, mereka memadati Jalan Trunojoyo mengampanyekan pesan damai.

“Meskipun bukan momen Idul Fitri, seluruh peserta memakai baju putih-putih sebagai tanda bahwa kita harus kembali menyucikan diri,” kata Suyanto Purnomo, ketua panitia kirab.

Menurut dia, kirab yang mengikutsertakan para pelajar itu memang sengaja dilaksanakan untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1441 H. Selain itu, juga menjadi momen untuk menyebarluaskan pesan damai.

“Tahun baru Hijriyah ini merupakan tahun hijrahnya Rasulullah, maka kita pun juga harus berhijrah menjadi lebih baik,” tambahnya. Mulai dari hijrah menumbuhkan persaudaraan, berhijrah semangat untuk bekerja, semangat ber-Indonesia.  Tak  kalah penting semangat untuk tetap ber-NKRI.

Sementara itu, Direktur Yayasan Al Furqon Denok Mugi Hidayanti menambahkan bahwa pihaknya sengaja menggelar kirab yang bertemakan Religius-Nasionalis. Bahkan pihaknya mengikutsertakan seluruh siswanya untuk sekadar menyemarakkan momen satu tahun sekali itu. Mulai dari unsur TK, PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK yang berada dalam naungan Yayasan Al-Furqon.

“Kita harus saling menguatkan, saling menghargai. Karena itu menjadi kebaikan dan pada akhirnya siapa pun dari kita bisa beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing dengan tenang,” ungkapnya.

Dia mengaku sempat risi saat mendengar kejadian yang menyudutkan salah satu saudara bangsa yaitu warga Papua. Adanya aksi long march itu, diharapkan tak sekadar menjadi penegasan tahun baru Islam, namun juga turut menyebar kebaikan. Terlebih kepada pada seluruh anak didiknya dan para pengguna kalan yang melintas. “Kita ingin mengajarkan toleransi pada anak-anak sejak dini. Agar mereka senang memiliki saudara yang seiman ataupun saudara sebangsa juga,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Maulana

Fotografer : Istimewa

Editor : Bagus Supriadi