245 Pengendara Kena Tilang

Pelanggaran Paling Banyak Tidak Pakai Helm

SPION DITEKUK: Petugas Satlantas Polres Jember saat meminta kepada pengendara motor yang diketahui spionnya dilipat sehingga tidak berfungsi lagi di Jalan Kalimantan

RADAR JEMBER.ID – Pelanggaran lalu lintas masih didominasi oleh pemotor yang tidak menggunakan helm. Kemudian, pengemudi roda empat yang tidak menggunakan sabuk pengaman. Hal itulah yang ditemukan dalam  Operasi Patuh Semeru 2019 pada hari kedua, kemarin (30/8).

IKLAN

Selama dua hari pelaksanaan operasi Patuh Semeru, petugas mengeluarkan 245 surat tilang kepada pengendara roda dua dan empat. Paling  banyak melakukan pelanggaran tidak menggunakan helm di kawasan kampus, yakni Jalan Jawa dan Jalan Sumatra.

Pelaksanaan operasi itu dipimpin Iptu Suyitno, Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli Polres Jember. Menurut dia, banyak pengendara yang masih terang-terangan tidak menggunakan helm walau sudah ada petugas melakukan operasi. “Yang jelas, pelanggaran yang paling terlihat, saat mengendarai motornya tidak menggunakan helm,” tuturnya.

Banyak alasan yang disampaikan para pelanggar tersebut. Salah satunya karena dari tempat rumah kos ke kampus tidak terlalu jauh, ada juga yang berasalan helmnya pinjam.

Selain itu, pelanggaran lain masih banyak pengemudi roda empat yang tidak menggunakan sabuk pengaman. “Ada pengemudi yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan setelah melihat ada anggota polantas yang berdiri, ini kan membahayakan pengendara yang di belakangnya,” tambah Suyitno.

Seharusnya, kata dia, ketika mengendarai mobil, pengemudi sudah harus memasang sabuk pengaman. Sebab, dengan sabuk, mengemudikan mobil itu akan aman ketika terjadi benturan atau kecelakaan. “Biasakan setiap mengendarai mobil jangan lupa dengan safety belt-nya,” imbuhnya.

Tak hanya itu, temuan di lapangan juga masih ada pengendara motor yang di bawah umur. Meskipun sudah menggunakan helm standar, tetapi masih belum waktunya mengendarai motor. Mereka nekat berangkat naik motor ke sekolah dengan alasan kedua orang tuanya sama-sama bekerja. “Ya, paling tidak anaknya harus naik Gojek atau Grab lah,” tuturnya.

Kemudian, dalam Operasi Patuh Semeru ini masih banyak pengendara motor yang melawan arus. Padahal, itu sangat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain. Pihaknya, mengimbau agar pengendara, baik roda dua maupun empat, hendaknya selalu mematuhi peraturan lalu lintas. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti