Bacarek Jangan Terlibat Konflik Kepentingan

STOP KORUPSI: Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Unej di Gedung Soetradjo

RADAR JEMBER.ID – Pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan rektor Unej mendapat perhatian khusus dari Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang. Dia menegaskan agar para calon berhati-hati terhadap conflict of interest atau konflik kepentingan. Sebab, KPK sudah mendalami pelaksanaan pilrek di daerah lain. “Tapi ada pilrek yang masih didalami dan saya tidak sebut wilayahnya di mana,” ucapnya seusai mengisi kegiatan kuliah umum di Gedung Soetardjo Universitas Jember (Unej), kemarin (30/8).

IKLAN

Dia mengatakan, pemilihan rektor memiliki aturan tersendiri. Termasuk jumlah suara berapa persen dari senat maupun dari kementerian. Agar pilrek aman, tidak ada unsur kejahatan tindak korupsi, para calon ataupun penyelenggara pilrek harus jauh dari korupsi, suap, ataupun conflict interest. “Lakukan persaingan yang baik, beri kandidat kesempatan yang sama,” tegasnya.

Menurut Saut, semua bacarek harus berhati-hati terhadap conflict interest atau konflik kepentingan. Yakni situasi seorang penyelenggara negara yang mendapatkan kekuasaan dan kewenangan memiliki kepentingan pribadi ataupun kelompok.

Hal itu memengaruhi kualitas dan kinerja yang seharusnya. “Jangan sampai seorang itu terikat dengan masa lalunya,” ujarnya. Seperti pernah membayar, ataupun diberi sesuatu. Bila terjadi, ada rasa balas budi saat calon tersebut terpilih.

Saut menjelaskan, jika yang terpilih nanti rektor dari warna biru, putih, hijau, ataupun kuning, yang jelas panitia harus punya komitmen. Saut mengaku, sejauh ini KPK belum pernah menangkap kasus korupsi pilrek.

Di hadapan para mahasiswa itu, Saut juga memberikan bekal sembilan nilai antikorupsi untuk mahasiswa Universitas Jember. Sembilan nilai antikorupsi itu adalah jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil. Jika semua mahasiswa Unej memegang erat kesembilan nilai tadi, kata Saut, maka mahasiswa Kampus Tegalboto tidak akan melakukan korupsi.

Menurut dia, kepintaran saja tidak bisa menjadi bekal seseorang dalam mengarungi kehidupan nyata.  Apalagi, dalam menghindari tawaran korupsi. Perlu berpegang pada integritas yang tertuang dalam kesembilan nilai anti korupsi.

“Banyak koruptor orang-orang yang pintar. Lulusan perguruan tinggi juga, namun terjerat kasus korupsi. Saat ini, koruptor yang ditangkap oleh KPK sudah mendekati angka seribu orang,” ungkapnya.

Wakil Kepala KPK ini lantas menunjukkan hasil riset mengenai kegiatan-kegiatan yang mengarah ke tindakan korupsi di kalangan mahasiswa. Dari penelitian KPK, ada delapan modus korupsi.  Pertama, terlambat kuliah, memberikan hadiah atau gratifikasi kepada dosen, mark up, dan proposal palsu. Kemudian ada penyalahgunaan dana beasiswa, plagiasi, serta mencontek,” ujar pria asal Medan ini.

Sementara itu, Kepala Humas dan Protokol Unej Agung Purwanto, saat press conference, 22 Agustus, mengatakan, dalam Pilrek Unej pihaknya membuka lebar-lebar aparat penegak hukum untuk masuk Unej, jika diketahui ada hal yang menyimpang dalam penyelenggaraan pilrek. “Unej sendiri sudah deklarasi zona integritas menuju wilayah bebas korupsi,” pungkasnya. (*)

 

 

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Bagus Supriadi