Menyaru Pocong, Ingatkan Warga agar Waspada Korona

PAKAI CARA BEDA: Sutedjo jemaat Gereja Santo Yusup Jember sengaja berpakaian pocong untuk mengingatkan warga Jember untuk diam di rumah saat pandemi korona.

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Masih banyaknya warga Jember bandel dan masih berkeliaran saat pandemi Covid-19, membuat Gereja Santo Yusup Jember mengambil langkah untuk mengingatkan mereka agar berdiam di rumah sesuai imbauan pemerintah.

IKLAN

Cara gereja beralamatkan di Jalan Kartini Jember untuk mengedukasi ini terbilang unik. Mereka tidak membagikan brosur atau berorasi, namun cukup berjalan kaki sambil menggunakan busana pocong mengitari jalan utama kota Jember.

“Ini merupakan aksi keprihatinan di tengah wabah korona sekaligus ajakan untuk tidak keluar rumah. Kalau tidak ingin mati dan jadi pocong di kuburan,” ungkap Titus Sutedjo, jemaat Gereja Santo Yusup Jember.

Sembari melintas di keramaian dan menjadi tontonan orang, Sutedjo membawa pula batu nisan terbuat dari gabus ringan.

Kurnia Indra, warga Jalan Kertanegara dan kebetulan melewati rute pocong tiruan itu, merasa tergelitik melihat pocong turun jalan saat pagi hari.

“Cara seperti ini aku rasa cukup efektif agar orang tidak keluar rumah. Jangan bermain-main dengan virus mematikan agar tidak mengalami nasib seperti pocong ini,” katanya. (*)

 

Editor: Mahrus Sholih
Reporter: Winardyasto
Fotografer: Winardyasto