Direncanakan Jadi Lembaga Keuangan Umum

Badan Kredit Desa Banyak yang Merugi

Plt Kepala Dispemasdes Jember Edi Budi Susilo bersama Kepala OJK Jember Azilsyah di Pemkab Jember seusai sosialisasi transformasi BKD.

RADAR JEMBER.ID – Badan Kredit Desa (BKD) yang ada di Kabupaten Jember banyak yang mengalami kerugian. Bahkan, dari sebanyak 208 BKD ada beberapa yang tidak aktif. Untuk menyelamatkan lembaga keuangan tingkat desa tersebut, Pemkab Jember bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember. Rencananya, BKD akan bertransformasi menjadi lembaga keuangan pada umumnya.

IKLAN

Ruginya BKD dan rencana transformasi terungkap dalam sosialisasi Transformasi BKD yang digelar di Pemkab Jember, kemarin (29/8). Dalam sosialisasi itu, ratusan orang dari sejumlah desa hadir. Mereka diberi pembekalan serta pengetahuan dasar tentang transformasi BKD oleh OJK secara langsung.

Menurut Bupati Jember dr Faida MMR, bahasa transformasi, dilakukan perubahan menyeluruh terhadap BKD. Hal itu dilakukan menyusul setelah adanya surat instruksi dari Gubernur Jawa Timur. “Instruksi gubernur untuk menaikkan status lembaga keuangan di desa tersebut,” katanya kepada sejumlah wartawan.

Dikatakannya, BKD di Jember nantinya akan memiliki tiga pilihan untuk dilakukan perubahan. Yaitu BKD menjadi Badan Perkreditan Rakyat (BPR), menjadi Lembaga Keuangan Mikro (LKM), serta bisa menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Agar bisa menjadi salah satu dari ketiganya, maka tidak hanya dilakukan perubahan sistem. Akan tetapi, juga beberapa aset yang dimiliki oleh BKD sendiri. “Apalagi dari ratusan BKD yang ada, aset tanah yang dimiliki masih banyak yang bersertifikat AJB (akta jual beli), ini yang rawan. Penataan seperti ini yang segera dituntaskan, agar tidak bermasalah di kemudian hari,” ucapnya.

Untuk bisa melakukan transformasi tersebut, maka perlu dilakukan musyawarah desa ulang yang secara khusus membahas tentang transformasi BKD. “Soal pengelolaannya diperlukan musdes ulang, ini merupakan tahun terakhir, sehingga Desember sudah harus tuntas,” tegas Faida.

Kepala Kantor OJK Jember Azilsyah Noerdin mengatakan, OJK akan terus melakukan sosialisasi mengenai transformasi BKD. Menurutnya, apabila transformasi bisa dilakukan, maka BKD ke depan akan sama seperti status bang secara umum termasuk sistem pengawasannya.

Azilsyah menyebut, BKD bisa memiliki satu di antara tiga pilihan tersebut. Yaitu LKM, BPR, atau BUMDes. “Setelah transformasi, pengawasannya akan sama seperti pengawasan terhadap bank lainnya. Ada pembinaan, memeriksa laporan, serta yang lain,” tegasnya. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih