Dampak Penerapan KBM Daring, Turun 50 Persen

Penjualan Buku Pelajaran Bekas Lesu

MASIH LESU: Salah satu pedagang buku bekas di kiosnya, yang berada di belakang Johar Plaza. Akibat pandemi Covid-19 dan penerapan sekolah daring, penjualan buku bekas pun mengalami penurunan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 tak pelak dirasakan berbagai pihak nyaris di seluruh sektor. Termasuk oleh para pedagang buku bekas di kawasan Blok M atau di belakang Johar Plaza. Sejumlah pedagang buku bekas pun mengakui terdapat penurunan penjualan.

Pandemi Covid-19 ikut memengaruhi penjualan buku bekas tahun ini, yang mengalami penurunan hingga 50 persen. Hal itu dibenarkan oleh salah satu pedagang buku bekas, yakni Lukman. Dirinya mengakui bahwa pendapatan dari buku bekas terus-menerus turun. “Penjualannya tidak seperti dulu. Kalau sebelum pandemi korona, alhamdulillah cukup ramai,” tutur Lukman kepada Jawa Pos Radar Jember.

Menurut Lukman, imbas penerapan kebijakan kegiatan belajar mengajar secara virtual saat ini memang berdampak besar pada penjualan buku bekas. Sebab, para peserta didik maupun orang tua belum berburu buku bekas sebagai referensi mereka dengan buku pelajaran yang sudah disediakan dari sekolah. “Kalau sebelum pandemi, yang beli buku bekas ya kebanyakan dari SD, SMP, dan SMA. Kalau buku ya dari buku Diknas kurikulum tahun 2017 revisi,” beber Lukman.

Selain anak sekolah, penurunan juga terjadi untuk pembeli dari kalangan mahasiswa. Sebab, hingga sekarang ini kuliah bagi mahasiswa pun masih dilakukan secara daring. “Apalagi mahasiswa, tambah sepi. Mereka kan masih belum masuk kampus. Biasanya kalau sebelum masuk semester, mereka banyak berburu buku bekas untuk bahan materi kuliah,” imbuhnya.

Padahal, selama masa pandemi, Lukman tak pernah libur membuka kios bukunya. Setiap hari dirinya tetap bersiaga di lapak dagangannya. “Jarang libur kalau situasi kondisi sekarang ini. Tapi masih saja penjualannya sepi,” ungkap Lukman.

Namun, ada juga beberapa jenis buku yang masih dicari oleh pembeli, khususnya untuk buku selain pelajaran sekolah seperti komik ataupun buku seri bergambar. Dirinya mengaku ada kenaikan penjualan, namun hanya sedikit. “Karena memang mungkin, orang-orang beli buku itu untuk anaknya. Agar tidak jenuh di rumah. Ya mungkin sebagai bahan bacaan saja,” pungkas Lukman.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Dwi Siswanto