Hari Ini Operasi Patuh Semeru

Ayo Tertib di Jalan

HARUS KLIK: Kanit Dikyasa Polres Jember Ipda Agus Yudi Kurniawan menyosialisasikan penggunaan helm kepada pengendara roda dua dalam Operasi Patuh Semeru 2019.

RADAR JEMBER.ID Kesadaran berlalu lintas di Jember dinilai masih kurang. Tetap saja ada pengendara yang seenaknya melanggar rambu larangan. Ada yang tak mengenakan kelengkapan keselamatan saat berkendara, parkir kendaraan sembarangan, hingga menerobos lampu merah dan tak mengantongi SIM. Padahal, budaya tertib di jalan tak hanya untuk keselamatan diri sendiri, tapi juga orang lain.

IKLAN

Sebenarnya, membangun budaya tertib berkendara bukan tugas kepolisian semata. Semua pihak, termasuk masyarakat, juga wajib menumbuhkan kebiasaan tersebut. Kendati begitu, kepolisian tetap melakukan berbagai pendekatan, agar budaya patuh dan selamat di jalan itu tumbuh. Salah satunya dengan menggelar kegiatan bersandi Operasi Patuh Semeru 2019.

Operasi yang mulai digelar hari ini (29/8), bertujuan untuk menyosialisasikan pentingnya tertib saat berkendara di jalan. Namun, sebelum melakukan penegakan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jember terus melakukan sosialisasi kepada pengendara agar mereka tertib berkendara. “Karena selama ini, masih banyak pengendara motor sambil telepon, banyak yang melawan arus, dan menggunakan helm secara asal-asalan,” ujar AKP Edwin Nathanael, Kasatlantas Polres Jember, kemarin (28/8).

Menurut dia, dalam Operasi Patuh Semeru ini, petugas lebih menekankan pada penegakan hukum di wilayah masing-masing, tapi bukan sebagai target penindakan pelanggaran. Targetnya, pengendara tak hanya mematuhi rambu lalu lintas yang sudah ada, tapi juga memperhatikan batas kecepatan dalam kota.

Kata Edwin, terjadinya kecelakaan bermula dari pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara itu sendiri. Termasuk insiden yang melibatkan penyeberang jalan, biasanya diawali dari batas kecepatan dalam kota yang diabaikan. “Jangan gunakan HP saat berkendara. Bagi pengendara roda empat, gunakan sabuk pengaman dan jangan mengemudikan kendaraan dalam kondisi mabuk,” jelasnya.

Pantauan di lapangan, masih banyak orang tua saat berkendara sepeda motor memilih menaruh anaknya di depan. Bahkan, banyak juga pelajar mulai SD hingga SMP, yang enggan menggunakan helm. “Padahal, pengendara maupun yang diboncengkan harus menggunakan helm. Ini untuk keselamatan pengendara itu sendiri,” ujar Edwin.

Temuan di lapangan, juga masih banyak siswa SMP yang mengendarai motor ke sekolah. Selain itu, masih banyak pengendara roda dua yang asal pakai helm. Semisal tidak memasang tali pengaman helm hingga berbunyi ‘klik’, atau yang berjalan zig-zag. Melihat kondisi seperti itu, Edwin mengajak masyarakat membudayakan tertib berlalu lintas. “Karena budaya tertib berlalu lintas merupakan kebutuhan bersama,” paparnya.

Dalam Operasi Patuh Semeru ini, petugas juga meminta pengendara roda dua dan empat agar tidak lupa membawa kelengkapan surat, seperti SIM dan STNK. Selain itu, juga menggunakan helm sesuai standar dan layak pakai.

Kanit Dikyasa Polres Jember Ipda Agus Yudi Kurniawan menambahkan, pihaknya bersama anggota Polantas Polres Jember terus menyosialisasikan kepada pengguna jalan agar tertib berlalu lintas. Sebab, kata dia, temuan di lapangan masih banyak pengendara motor yang belum memasang tali helm dengan benar. “Jika tak sampai berbunyi klik, ketika terjadi kecelakaan, helm itu tidak berfungsi. Karena terlepas akibat tidak diklik dulu,” pungkasnya. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih