Cara Politeknik Negeri Jember Persiapkan Penyembelihan Hewan Kurban

Perhatikan Kesehatan Hewan hingga Lakukan Karantina

Kandang sapi berbentuk feedlot dengan ruang terbuka menjadi cara Politeknik Negeri Jember dalam penggemukan sapi. Jelang momen Idul Adha akhir pekan ini, kandang tersebut juga difungsikan sebagai tempat karantina hewan sebelum disembelih. Lho, mengapa hewan kurban perlu dikarantina?

KARANTINA SAPI: Sapi yang hendak disembelih pada momen Idul Adha nanti mulai dikarantina di kandang sapi feedlot milik Politeknik Negeri Jember. Feedlot atau tempat penggemukan sapi tersebut bisa menjadi contoh cara budi daya penggemukan sapi oleh masyarakat.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pagi itu drh Aan Awaludin MSc mulai menggiring dua sapi limosin yang berada di kandang feedlot Politeknik Negeri Jember. Bersama dua rekannya, dia mengarahkan sapi melewati pagar besi, kemudian masuk ke tempat timbangan. “Kita timbang dulu dan diperiksa kesehatannya,” ucapnya.

Dia menjelaskan, dalam memilih hewan, apalagi saat momen Idul Adha penting untuk memperhatikan fisik tentu saja menjadi yang pertama. Apakah cacat atau tidak. Melihat langkahnya, apakah pincang atau tidak. Kesehatan sapi yang paling mudah bisa dilihat adalah dari bulunya. “Pilihlah bulu yang mengkilap,” jelasnya.

Bulu yang kusam bisa jadi pertanda ada faktor kesehatan yang kurang baik. Salah satunya mencerminkan apakah sapi tersebut terkena ulat hati. Selanjutnya cek matanya, apakah merah atau tidak. Jika merah, maka sebaiknya jangan dipilih. “Sebenarnya mata merah itu belekan, bisa diobati,” tuturnya. Selain itu, juga cek daerah anus. “Jika ada kotoran menempel, berarti sedang diare,” jelasnya.

Awaludin juga melakukan cek stroktrum, apakah normal dengan jumlah dua. Sebab, daerah bagian reproduksi sapi jantan tersebut bisa jadi ada yang tidak normal, seperti memiliki satu hingga tiga.

Selanjutnya, sapi berjenis limosin tersebut kembali digiring ke tempat terbuka, bersama sapi lokal lainnya sedang asyik berjemur sinar matahari.

Ya, kandang berbentuk feedlot ini tengah dijadikan menjadi tempat sementara untuk karantina hewan kurban sebelum disembelih. Tidak hanya manusia yang dikarantina sebagai langkah untuk mengurangi penularan Covid-19. Hewan ternak, sebelum disembelih saat Idul Adha, juga perlu dikarantina. Fungsinya ada dua, untuk kesehatan dan untuk menjaga psikologis kepada hewan sebelum disembelih.

Alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) ini menjelaskan, hewan kurban sebaiknya dikarantina setidaknya satu hingga dua minggu. “Kita tidak tahu hewan kurban yang dibeli itu sakit atau tidak. Karena penyakit hewan juga ada masa inkubasi,” jelasnya.

Karantina juga sebaiknya tidak jauh dari lokasi penyembelihan, agar setelah dibeli, hewan bisa beradaptasi dengan lingkungan baru, dan agar hewan kurban tidak stres. Awaludin juga menyarankan agar hewan kurban puasa terlebih dahulu 12 jam sebelum disembelih. “Beri minum saja, tidak usah makan,” katanya.

Hal itu, lanjut dia, agar hewan lebih rileks dan pembersihan pencernaan lebih mudah. Termasuk dalam pengeluaran darah. “Pada proses penyembelihan, diusahakan hewan kurban lainnya tidak melihat. Karena biar tidak stres dan gelisah,” tuturnya.

Sebelum ini, kandang feedlot digunakan sebagai bentuk contoh pengolahan penggemukan sapi yang benar. Sebab, selama ini peternak yang ingin sapinya cepat gemuk hanya lewat pakan yang digenjot. Padahal, faktor psikologis hewan juga perlu diperhatikan.

“Di feedlot tersebut terdapat ruang terbuka, yang itu bisa menjadikan sarana ternak untuk refreshing. Sama dengan manusia, kalau dikurung ya stres. Manusia kalau stres ya tidak bisa gemuk,” tambahnya.

Feedlot tersebut juga menjadi salah satu pusat unggulan teknologi (PUT) yang dikembangkan Polije. PUT juga berupa Teaching Factory (TEFA) yang meliputi PUT Pengolahan dan Pengemasan Pangan, PUT Produksi Pertanian, PUT Peternakan, dan PUT Informatika.

Keberadaan PUT pengolahan dan pengemasan pangan diwujudkan dalam bentuk TEFA Bakery dan Fish Canning, PUT Produksi Pertanian diwujudkan dalam bentuk SGH (Smart Green House) dan Pabrik Produksi Benih, sedangkan PUT Peternakan diwujudkan dalam bentuk feedlot.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Dwi Siswanto
Fotografer: Dwi Siswanto