Suhu Capai 44 Derajat, Satu Jamaah Haji Terkena Stroke

IBADAH HAJI: Jamaah haji asal Jember beribadah salat Jumat berjamah di Masjidiharam, Makkah, bersama umat muslim dari negera lain. Kondisi kesehatan jamaah haji Jember masih baik, hanya ada satu yang jatuh akibat stroke. (BOBY FOR RADAR JEMBER.ID)

RADARJEMBER.ID – Ada saja tantangan bagi jamaah yang sedang menunaikan ibadah haji. Walau sudah berangkat ke Tanah Suci, ujian juga masih datang. Seperti yang dialami Mashudi, jamaah haji asal Desa Balung Kidul, Kecamatan Balung. Dia tiba-tiba ambruk, akibat serangan stroke hingga dilarikan ke rumah sakit di Jeddah.

IKLAN

Menurut Boby Muhammad Jaya Hartono, jamaah haji asal Balung, awal kedatangan ke Tanah Suci sudah dikagetkan dengan suhu panas yang mencapai 44 derajat Celsius. Meski hari-hari berikutnya, kondisi kesehatan semakin membaik dan kian beradaptasi dengan suhu di Arab Saudi. Namun, kata dia, tiba-tiba ada satu jamaah haji terkena stroke.

“Jumat sekitar pukul 08.00 waktu Arab, ada satu jamaah haji asal Balung Kopi (sebutan Desa Balung Kidul, Red) mengalami stroke. Jamaah itu atas nama Bapak Mashudi,” ucapnya, kepada Jawa Pos Radar Jember. Boby yang tercatat sebagai jamaah kelompok terbang (kloter) 44 ini memang kerap mengabarkan kondisi terkini jamaah haji asal Jember.

Boby mengatakan, walau saat ini suhu di Makkah sedikit menurun dibanding pada awal kedatangan, tapi dia tetap merasa suhunya cukup panas. Padahal suhunya berada di kisaran 41-40 derajat Celsius. Bahkan, kata dia, karena perbedaan musim di Arab dan Indonesia, pada malam hari masih terasa panas. “Malam saja panas, seperti di Jember kalau siang,” katanya.

Kata dia, pada malam hari sekitar pukul 23.00 waktu setempat, suhunya mencapai 33 derajat Celsius, hampir sama dengan suhu Jember pada siang hari antara 31-32 derajat Celsius. Sehingga, kata Boby, agar terhindar dari kepanasan atau dehidrasi, lebih baik berdiam diri di hotel. “Kemana-mana harus bawa air minum, semprotan air, dan kacamata,” tuturnya.

Agenda jamaah haji Jember Kloter 44, Sabtu (27/7) kemarin, adalah mulai mengunjungi beberapa tempat. Di antarnya ziarah ke Jabal Rahmah, menuju ke Makam Ma’la, dan menyembelih domba untuk membayar denda. Selanjutnya, kata dia, langsung melakukan umroh sunah.

Priyo Wibowo Warda, petugas medis yang mendampingi jamaah haji Kloter 44 Jember mengakui, perbedaan suhu antara Jember dengan Arab Saudi begitu mencolok. Rasa panas itulah yang membuat jamaah haji lemas, pusing, hingga terasa mual. Kondisi pusing hingga mual mulai sedikit teratasi, karena jamaah haji Jember punya cara sendiri untuk menghindari dehidrasi. “Saya selalu sarankan, minumlah sebelum haus,” ujarnya.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih