Partisipasi Pemilih Menurun

Jumai/Radar Jember DIKAWAL POLISI: Polisi dan Panwas saat mengawal kotak suara ke KPU Jember, kemarin.

JEMBER KOTA – Kesadaran masyarakat berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah masih rendah. Sebab, tingkat partisipasi pemilih Pilgub 2018 dibandingkan pelaksanaan Pilbup 2015 menurun. Kehadiran masyarakat untuk mencoblos masih 50 persen.

IKLAN

Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Jember Abdullah Waid, kemarin (28/6), ketika berada di KPU Jember memantau proses scanning. Hal itu berdasarkan hasil pengumpulan data yang dilakukan oleh  Panwaslu terhadap jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub Jatim 2018. Tingkat kehadiran pemilih menggunakan hak pilihnya hanya 50 persen.

Persentase tersebut lebih rendah dari Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Jember tahun 2015 lalu. “Tingkat kehadiran pemilih ke TPS dari jumlah DPT yang ada, sekitar 50 persen. Ada 940 ribu sekian orang yang hadir ke TPS,” terangnya.

Sedangkan angka kehadiran ke TPS pada Pilbup Kabupaten Jember 2015 lalu mencapai 54 persen. Ada penurunan partisipasi pemilih sebanyak empat persen. Alasan menurunnya tingkat kehadiran ini beragam.

“Tak hanya karena penyelenggara pemilu, tetapi juga karena kesadaran masyarakat masih rendah,” ujarnya. Padahal, Panswaslu bersama KPU sudah sering melakukan  sosialisasi.

Pria yang akrab disapa Waid itu menambahkan, Panwaslu akan terus melakukan pengawasan  rekapitulasi. “Mulai dari tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, hingga provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Jember Divisi SDM dan Parmas, Ahmad Hanafi menjelaskan, tingkat partisipasi pemilih bisa dilihat di laman Sistem Informasi Penghitungan (Situng). Penyelenggara KPU terus memasukkan data pemilih ke laman tersebut.

Selain itu, kata dia, proses rekapitulasi penghitungan suara memasuki tahapan scanning dari setiap panitia pemilihan kecamatan (PPK). “Proses rekapitulasi di tingkat TPS setelah selesai, kotak suara dikumpulkan di masing-masing PPS, dan hari ini (kemarin, Red),  PPK  melakukan penghitungan secara terbuka,” terang mantan ketua IJTI Tapalkuda tersebut.

Kemudian, pada saat TPS melakukan penutupan, form C1 juga diserahkan ke kantor KPU Jember untuk dilakukan scanning, dan diunggah di laman KPU. “Hasil scanning diunggah ke Sistem Informasi Penghitungan (Situng) suara secara realtime,” paparnya.

Sebelum dilakukan rekapitulasi secara terbuka melalui rapat pleno terbuka KPU, Hasil real count bisa dilihat melalui Situng, namun hanya bersifat sebagai referensi. Hasil resminya tetap rekapitulasi secara manual yang dilakukan bertahap, dari rekap PPS, PPK, dan terakhir di rekap KPU.

Proses rekapitulasi manual di KPU sesuai jadwal dilakukan sejak tanggal 4 hingga 6 Juli 2018 mendatang. Di tingkat PPK mulai tanggal 28 Juni sampai 4 Juli. Sudah ada 10 PPK yang melakukan rapat pleno terbuka atau penghitungan suara secara manual. Kemudian diserahkan kepada KPU Jember. “Yakni Kecamatan Pakusari, Umbulsari, Kencong, Sukorambi, dan  lainnya,” pungkasnya. (gus/mgc/hdi)

Reporter :

Fotografer :

Editor :