Tujuh Jamaah Haji Meninggal

RADAR JEMBER.ID – Tujuh jamaah haji asal Jember meninggal dunia saat melaksanakan ibadah haji. Enam orang meninggal dunia di Makkah, satu lagi meninggal di Madinah. Total jamaah yang berangkat dari Kabupaten Jember sebanyak 1.984 orang.

IKLAN

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember Ahmad Tholabi menyebut, tujuh jamaah yang meninggal itu tidak terjadi sekaligus. Melainkan dalam waktu yang berbeda. “Berdasarkan laporan dari petugas kloter (kelompok terbang, Red) jamaah haji yang meninggal seluruhnya tujuh orang. Jumlah itu mulai awal haji sampai hari ini,” katanya.

Mayoritas jamaah yang meninggal dunia tersebut  sudah  lanjut usia. Sebelum meninggal, mereka sempat menderita sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit yang ada di Arab Saudi. Namun, Tholabi tidak menyebut jenis sakit yang diderita jamaah. “Jamaah yang meninggal sempat dirawat. Semuanya meninggal di rumah sakit,” ucapnya di Kantor Kemenag Jember, Jalan Wachid Hasyim, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, kemarin.

Dari tujuh jamaah yang meninggal, satu jamaah merupakan kloter 43, satu jamaah lagi dari kloter 44, kemudian empat jamaah dari kloter 45. “Untuk satu jamaah lagi kloter 47. Seluruhnya dimakamkan di Makkah,” jelasnya.

Sementara itu, terkait harta benda atau barang-barang milik jamaah haji yang meninggal dunia, menurut Tholabi, diurus secara khusus. Dikatakannya, seluruh barang akan dikembalikan kepada keluarganya yang ada di Jember.

Teknisnya, apabila di dalam kloter tersebut terdapat keluarga jamaah yang meninggal, maka akan dititipkan kepada keluarga yang bersangkutan. Namun, bila diketahui tidak ada keluarganya yang ikut, maka barang-barangnya akan dititipkan pada kelompok.

“Rata-rata ada keluarganya, sehingga barang-barang jamaah yang meninggal dititipkan. Yang jelas, semua barang akan diberikan kepada keluarganya. Harapan kami, tidak ada lagi jamaah yang meninggal dunia,” pungkasnya. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Bagus Supriadi