Unggul Ball Possession, Tak Bisa Ciptakan Peluang

Perlu Benahi Finishing

EVALUASI: Pemain Persid Jember (hitam) duel bola atas dengan pemain PSIL Lumajang (putih) dalam laga terakhir di Stadion Semeru Lumajang

RADAR JEMBER.ID – Tiga pertandingan sudah dilakoni Persid Jember di Grup E Liga 3 Zona Jawa Timur. Di tiga laga itu, Tim Macan Raung menelan satu kali kekalahan, sekali seri, dan satu kali meraih poin absolut. Namun, di laga terakhir, Iwan Sampurno dkk, menelan kekalahan tipis atas tuan rumah PSIL Lumajang 1-0 (1-0) di Stadion Semeru, Minggu (25/8).

IKLAN

Pelatih Kepala Persid Achmad Jaenuri menyatakan, timnya tak ingin larut dalam kekalahan tersebut. Sebab, Minggu (1/9) mendatang, mereka sudah harus mempersiapkan diri untuk pertandingan keempat. Tampil di kandang sendiri, Persid bakal menjamu Persipro Probolinggo.

Kendati begitu, evaluasi atas penampilan Macan Raung kemarin tetap menjadi perhatian jajaran tim pelatih. “Lini depan kami tak mampu memanfaatkan peluang di menit awal pertandingan. Apalagi gol yang dicetak striker PSIL, anak-anak kecolongan,” beber mantan pelatih Jember United U-17 ini.

Selain itu, Jaenuri juga menyoroti ball possession skuadnya. Padahal, kata dia, di babak kedua tim asuhannya mampu menguasai bola. Persentasenya sekitar 70-30 persen. “Tetapi tidak ada peluang yang berbahaya di babak kedua. Ini menjadi evaluasi tim,” terang pelatih yang pernah membesut Persid di Liga 3 tahun 2017 tersebut.

Jaenuri menambahkan, timnya mengambil banyak catatan setelah kalah dari PSIL. Kata dia, PSIL tim yang cukup bagus. Mereka punya beberapa pemain pengalaman dan kerja sama timnya bagus. Ditambah, mereka bermain di kandang sendiri, sehingga dinilainya kian menambah semangat.

Pantauan Radarjember.id pada latihan terakhir di Stadion Notohadinegoro, kemarin (27/8), skuad Persid digenjot latihan penyelesaian akhir. Ini dilakukan karena di laga keempat nanti, Persid terancam kehilangan stopper pilarnya, Jerry Rivan, yang mengantongi dua kartu kuning saat melawan Persewangi dan PSIL Lumajang, kemarin.

“Tapi saya belum tahu, akumulasi dua kartu kuning atau tiga kartu kuning. Nanti coba kami lihat dulu regulasinya,” imbuh Jaenuri. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih