Ancam Istri Pakai Sajam

Gara-gara Tak Disediakan Makan

SUAMI TAK SAYANG ISTRI: Santo, 51, warga Dusun Ledok, Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang, harus rela bermalam di sel tahanan Polres Jember setelah dilaporkan menganiaya istrinya sendiri.

RADAR JEMBER.ID – Urusan perut memang kerap membuat seseorang terbawa emosi, bahkan ke keluarga sendiri. Seperti yang terjadi pada Santo, 51 tahun, warga Dusun Ledok, Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang. Pria ini tega menganiaya dan mengancam Sri Aida Ratnasari, 62, istri sirinya, dengan senjata tajam, hanya karena tidak disediakan makan.

IKLAN

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, saat hari kejadian, kondisi Sri Aida tengah tidak sehat. Pada saat bersamaan, Santo yang baru datang di rumah mendapati tak ada makanan yang tersedia untuknya. Emosinya langsung memuncak dan langsung melempar toples plastik ke dahi korban. Tak hanya itu, dirinya juga melempar ponsel dan mengenai perut korban.

Karena takut, korban langsung lari ke luar rumah. Namun, tersangka mengejar dan memukuli korban di jalan umum tak jauh dari rumah itu. Dengan menggunakan sandal jepit yang dipakai, tersangka memukul mulut korban beberapa kali dan juga pundaknya. Beruntung, saat itu ada dua warga yang melihat dan langsung melerai keduanya.

Ternyata emosi tersangka masih belum reda. Dia menuju motornya yang diparkir di depan rumah, dan mengambil celurit di dalam jok. Sambil mengacungkan sajam tersebut, tersangka meminta korban untuk masuk ke dalam rumah. Karena takut, korban menuruti perintah tersebut. Setelah tersangka pergi, korban baru melaporkan kejadian itu kepada polisi.

Kapolsek Pakusari AKP Yuliati mengungkapkan, setelah mendapat laporan dari korban, petugas langsung mengamankan tersangka di warung remang-remang tak jauh dari SPBU Kertosari, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari. “Sementara barang bukti yang diamankan di antaranya sebilah celurit, sebuah HP, sandal jepit, dan dua toples plastik,” pungkasnya. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti