Rencana Terbang Awal Juni

AKAN TERBANG LAGI: Maskapai penerbangan Wings Air berencana akan membuka kembali rute perjalanannya di Bandara Notohadinegoro Jember, dengan tujuan Bandara Juanda.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Calon penumpang pesawat udara dari Jember tampaknya harus bersabar terlebih dahulu. Sebab, satu-satunya maskapai yang terbang dan mendarat di Bandara Notohadinegoro, yakni Wings Air, dijadwalkan terbang kembali bulan Juni mendatang.

IKLAN

Sampai akhir bulan Mei, tepatnya tanggal 31 Mei mendatang, maskapai Wings Air sudah dipastikan membatalkan jadwal penerbangannya. Hal itu disampaikan oleh Kepala UPT Bandara Notohadinegoro Jember, Edy Purnomo. “Sementara ini Wings Air cancel sampai dengan tanggal 31 Mei,” tutur Edy kepada Jawa Pos Radar Jember.

Penerbangan Wings Air ke Bandara Juanda Surabaya, lanjut dia, baru akan dimulai pada awal Juni ini. “Sementara kalau bulan Juni masih dibuka,” imbuh Edy.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di situs penjualan tiket daring, jadwal penerbangan Wings Air pada tanggal 2 Juni sudah tersedia dari Jember menuju Surabaya. Harga tiketnya pun masih relatif normal, yakni di angka Rp 500 ribu.

Edy menambahkan, apabila nantinya Wings Air melakukan perjalanan pada Juni nanti, calon penumpang yang ingin berpergian tetap wajib mematuhi protokol kesehatan seperti yang sudah diimbau oleh pemerintah beberapa waktu lalu.

Terlebih lagi sebelum berangkat naik pesawat, calon penumpang diharuskan memenuhi administrasi yang wajib dipenuhi. Seperti mengantongi surat izin perjalanan dinas dari instansi terkait, baik pemerintah maupun swasta. Selain itu melampirkan hasil rapid test dalam kurun waktu tujuh hari terakhir, surat keterangan sehat dari rumah sakit ataupun puskesmas, hingga beberapa dokumen pendukung lainnya. “Iya tetap menggunakan persyaratan dokumen tersebut sebelum melakukan perjalanan,” lanjut Edy.

Seperti diketahui, maskapai Wings Air menjadi satu-satunya maskapai yang melakukan penerbangan dari Surabaya menuju Jember PP. Satu bulan terakhir ini, Wings Air telah membatalkan rute perjalanannya akibat minimnya okupansi penumpang dalam masa pandemi virus korona seperti sekarang ini. Terlebih larangan mudik menjadi faktor utama mereka tidak melakukan penerbangan.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi