Burung Hantu Bisa Atasi Hama Tikus

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kawasan pertanian di Jember bagian selatan sedang gundah. Para petani harus bersiaga menghadapi hama tikus. Mereka pun berkeluh kesah dan ingin agar pemerintah membantu membunuh tikus jahat yang memakan tanaman padi tersebut. Salah satu yang diminta yakni disediakan burung hantu, karena dinilai bisa membasmi tikus secara alami.

IKLAN

Ketua HKTI Jember Jumantoro menyebut, beberapa daerah seperti Tanggul sampai Sumberbaru sedang diserang hama tikus. Menurutnya, keberadaan hama tikus di wilayah tersebut harus menjadi perhatian. Harapannya pemerintah bisa turun tangan membantu petani. “Jika tikus-tikus dibiarkan, maka potensi gagal panen sangat besar,” imbuhnya.

Tikus jahat itu akan memakan batang tanaman padi hingga potong khusus padi yang belum berbuah. Sementara jika padinya telah muncul, tikus tersebut juga bakal memakan padinya. “Kalau dibiarkan akan banyak yang gagal panen,” tegasnya.

Menurutnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, melakukan pengobatan atau racun, dan kedua dilakukan grobokan. “Kalau obat saja tidak mempan. Itu pun tidak baik bagi alam. Dulu, biasanya penyuluh bersama petani bersama-sama melakukan grobokan. Tetapi juga tidak sampai membuat tikus habis,” ungkapnya.

Dikatakannya, ada satu cara di kalangan petani yang dinilai cukup efektif. Yaitu dengan menempatkan burung hantu di areal persawahan yang sedang diserang tikus. Mengingat ada banyak tikus di lokasi yang berbeda-beda, menurutnya, juga butuh banyak burung hantu. “Satu burung hantu dalam satu malam bisa membunuh 150 sampai 200 tikus. Saya kira ini cara alami yang efektif,” katanya.

Dengan adanya hama tikus, dia berharap agar pemerintah turun tangan. “Kalau ada burung hantu harapan kami bisa di tempatkan di beberapa lokasi. Kalau ada obat ya dibantu obat. Atau hal lain yang sekiranya bisa membasmi tikus,” tegasnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, M Satuki belum memberi keterangan terkait adanya hama tikus tersebut. Mantan Camat Rambipuji itu sedang rapat saat dihubungi wartawan Jawa Pos Radar Jember, kemarin.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Nur Hariri
Fotografer: Istimewa