GOTONG ROYONG MENANGGULANGI COVID-19

Bantu Ribuan Santri yang Tak Mudik

PERHATIAN: Bupati Jember dr Faida MMR saat memberikan bantuan untuk para santri yang memilih tak pulang kampung. Salah satunya adalah santri di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Raden Rahmat, Talangsari, Kecamatan Kaliwates.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SEKITAR 2674 santri yang berada di Kabupaten Jember mendapatkan perhatian dari Bupati Jember dr Faida MMR. Bantuan tersebut berupa 5 kilogram beras, 2 liter minyak, 1 kilogram gula, dan uang sebesar Rp 100 ribu. Bantuan itu ditujukan bagi para santri yang memilih tidak pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran tahun ini.

IKLAN

Para santri tersebut telah mematuhi imbauan pemerintah untuk tidak mudik. Tujuannya, agar tidak terjadi penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). “Kami antar bantuan untuk para santri pondok pesantren yang tidak mudik,” tutur bupati.

Tanpa terkecuali, semua santri yang mematuhi anjuran pemerintah itu mendapatkan bantuan. Baik santri asal Jember maupun luar kota Jawa Timur yang tidak ber-KTP Jember. Bahkan, santri yang juga berasal dari mancanegara. Bupati menyebutkan bahwa para santri tersebut berasal dari 34 provinsi di Indonesia. “Mereka ini turun temurun mondok di Jember,” paparnya.

Dia menambahkan jumlah santri dari luar Jember tetap didominasi oleh santri asal kabupaten/kota di Jawa Timur. Yakni, mencapai 906 orang. Disusul oleh santri asal Jawa Tengah sebanyak 310 orang. Dari kabupaten/kota di Jawa Tengah tertinggi berasal dari Kebumen yang berjumlah 139 orang. Sementara urutan berikutnya berasal dari Bali yang berjumlah 100 santri.

Tak hanya berasal dari provinsi di Pulai Jawa, beberapa provinsi mulai dari ujung barat dan timur Indonesia, juga tercatat menempuh pendidikan agama di Jember. Misalnya Aceh sebanyak 12 orang, serta dari Papua dan Papua Barat jumlahnya 16 orang. Bahkan, ada juga santri yang berasal dari empat negara lain. Yakni Malaysia dua orang, Kamboja enam orang, dan Arab Saudi serta Turki yang masing-masing ada satu santri.

Bupati pun berkesempatan melakukan panggilan video dengan Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz. Dalam video call tersebut, bupati menyampaikan kondisi santri dari luar kota di Jember baik-baik saja. Mereka sudah terdata di Pemkab Jember. Bupati juga menitipkan anak-anak Jember pada Bupati Kebumen. “Kita semua gotong royong bersama-sama agar Covid-19 ini cepat berakhir,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kebumen menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jember lantaran telah memberikan bantuan. “Terima kasih ibu. Saya juga punya saudara di pesantren Jember,” ujarnya.

Rohim Junaidi, santri di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Raden Rahmat, Talangsari, Kecamatan Kaliwates menyatakan, dirinya tidak pulang demi kepentingan bersama untuk memutus penularan Covid-19. “Memutus penularan yang dapat terjadi di perjalanan. Saya memilih kepentingan bersama supaya tidak terjadi penularan lagi,” katanya.

Santri asal Donggala, Palu, tersebut juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Jember atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih kepada Bupati Jember dan semua jajarannya, dan salam untuk keluarga. Maaf belum bisa mudik di rumah karena situasi yang tidak memungkinkan,” ujarnya.

 

Editor: Mahrus Sholih
Reporter: mg1
Fotografer: Istimewa