Jalur Gumitir Sepi Pengendara Motor

SEPI: Suasana jalur Gumitir yang biasanya padat kendaraan lewat, kini tampak sepi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak ada larangan pemudik dari Bali yang datang ke arah Banyuwangi dan Jember, suasana jalur Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, menjadi sepi. Khususnya dari pengendara sepeda motor. Padahal, biasanya saat bulan puasa, banyak kendaraan yang lalu lalang di jalur berliku dan berkelok tersebut.

IKLAN

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, jumlah pengendara sepeda motor tidak seperti bulan puasa sebelumnya. Sebab, saat ini warga yang bekerja di Bali tidak boleh mudik ke Pulau Jawa. Praktis, kendaraan roda dua yang melintas hanya warga Jember yang datang dari Kalibaru.

Demikian juga dengan kendaraan roda empat, hanya dilewati masyarakat yang hendak bepergian ke wilayah Mayang, Jember, sedangkan yang datang dari Bali sudah sangat sedikit, bahkan hampir tidak ada. Demikian juga dengan mobil penumpang umum yang dari Kalibaru ke Jember, juga sudah tidak ada.

Sedangkan bus yang beroperasi hanya ada beberapa bus trayek Jember-Banyuwangi. “Karena dari Bali bus sudah tidak boleh masuk. Jadi, bus yang masih melintas hanya dari Jember-Banyuwangi dan sebaliknya,” ujar Kapolsek Silo AKP Suhartanto.

Bus yang masih beroperasi, lanjut dia, hanya bus kecil dengan diisi tidak sampai lima penumpang. PO besar seperti Akas sudah tidak ada yang beroperasi di Jalur Gumitir. “Karena sudah tidak ada orang yang mau keluar rumah. Bus yang beroperasi jumlah, penumpangnya paling banyak tiga sampai empat orang,” tegasnya.

Sementara itu, Kusnadi, pemilik warung di jalur Gumitir, mengaku warungnya sepi pembeli. Sebab, tidak ada lagi pengendara sepeda motor yang lewat, khususnya yang pulang dari Bali. Bahkan, yang berhenti ke warung juga sepi.

Biasanya, kata Kusnadi, pengendara yang datang dari arah Banyuwangi ke Jember istirahatnya di warung sambil minum kopi. “Sudah dua minggu ini tidak ada lagi yang datang ke warung. Karena memang sudah ada larangan tidak boleh mudik dan tidak boleh keluar rumah,” pungkas Kusnadi.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti