Industri Cerutu Mulai Bangkit

Pangsa Pasar Naik 30 Persen

MENGOLAH EMAS HIJAU: Para pekerja tengah melinting tembakau menjadi cerutu di salah satu pabrik pembuatan cerutu di Jember. 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 memang berdampak ke berbagai sektor industri. Bahkan, banyak perusahaan yang terancam merugi, termasuk industri cerutu di Jember. Setelah satu bulan terakhir mandek akibat wabah, saat ini industri emas hijau itu kembali bangkit. Perlahan tapi pasti, cerutu mulai bergeliat di pasaran.

IKLAN

Komisaris BOSS Image Nusantara (BIN) Cigar Febrian Ananta Kahar mengatakan, bangkitnya industri cerutu ini setelah Tiongkok membuka kembali penerimaan barang berbahan dasar daun tembakau tersebut. “Meski sekarang bangkitnya masih sekitar 30 persen,” tutur pengusaha salah satu produsen cerutu di Jember ini.

Dia mengaku, triwulan pertama 2020 adalah bulan-bulan sulit bagi industri cerutu. Apalagi di bulan Maret, ketika masa wabah korona terus mengancam dunia usaha. Kondisi itu berangsur membaik pada bulan berikutnya. Bulan April, sektor industri cerutu mulai ada harapan kembali. “Karena memang teman-teman sudah menyetok, jadi sementara ini lebih banyak dipasarkan di Indonesia dulu. Tahun lalu baru sekitar 20 persen kami kirim ke luar negeri, selebihnya ya Indonesia,” bebernya.

Lebih lanjut, bangkitnya cerutu tak hanya karena kondisi pasar yang mulai membaik, tapi juga para produsen cerutu Indonesia mulai paham cara memasarkan produk mereka. “Cara jualannya dengan online. Cigar Shop Indonesia jualannya juga melalui online dan sekarang lagi gencar-gencarnya. Apalagi dengan situasi seperti sekarang ini,” imbuh Febrian.

Beberapa waktu lalu, sejumlah pengusaha cerutu bersama Pemprov Jawa Timur menggelar rapat melalui telekonferensi. Menurut Febrian, saat rapat tersebut terungkap bahwa wabah Covid-19 ini pengaruhnya sangat besar terhadap penjualan cerutu. Selain cerutu, imbasnya juga kepada produk kopi. “Kebanyakan pengusaha cerutu tertolong bulan Januari-Februari karena sudah menyetok. Begitu masuk Maret anjlok. Apalagi ada beberapa wilayah yang sudah PSBB,” ucap dia.

Optimisme juga tetap ditanamkan Febrian agar bisnis cerutu ini terus bergeliat. Sebab, dirinya melihat ada peluang pasar yang masih menjanjikan. “Harus tetap optimistis. Malah saya punya cara dan produk baru. Karena setiap hari kami kan diskusi,” katanya.

Kendati begitu, dirinya berharap situasi pandemi ini tidak berlangsung lama. Sebab, bakal banyak pihak bisa dirugikan kalau situasi dan kondisi ini berlangsung cukup panjang. Seperti para petani dan buruh harian lainnya. “Kasihan petani. Kalau perusahaannya mati mereka mau makan apa?” pungkasnya.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih