Tiga Bulan, Kejari Belum Tentukan Tersangka

MASIH GELAP: Kasus dugaan korupsi Pasar Manggisan, Tanggul, tiga bulan berjalan ini masih belum menemui titik terang.

RADAR JEMBER.ID – Kelanjutan kasus pasar masih belum bisa menentukan siapa yang bakal jadi tersangka. Sejak Unit Layanan Pengadaan (ULP) digeledah pada tanggal 20 Juni lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember masih belum menetapkan siapa nama-nama tersangka terkait perkara ini. Padahal, sudah tiga bulan berlalu.

IKLAN

Kejari Jember sudah memeriksa sekitar 30 orang saksi. Baik dari kalangan ASN Jember maupun pihak rekanan kontraktor yang berkaitan dengan Pasar Manggisan.

Molornya pengerjaan proyek Pasar Manggisan ini terus didalami Kejari Jember. Sebab, fokusnya hanya untuk Pasar Manggisan terlebih dahulu. Belum merembet ke 11 pasar lainnya.

Menurut Herdian Rahardi, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jember, pihaknya masih menggandeng beberapa ahli untuk menindak lanjuti pendalaman kasus ini. Sebab, sudah tiga bulan berjalan sampai sekarang, namun pihak Kejari belum mengeluarkan statemen siapa dalang dari kasus dugaan korupsi ini.

“Kedudukan kontraktor yang tidak ada di Jember, tapi di Lombok dan di Jakarta, juga membuat kami agak lambat. Kita tidak mau cepat tetapi abai dalam prosedur. Semuanya harus berjalan sesuai SOP,” tutur Herdian.

Apalagi, beberapa hari kemarin, pihak ahli juga meminta pemeriksaan tambahan kepada beberapa saksi. “Pihak ahli yang meminta. Akhirnya kami panggil tiga orang. Dua orang dari pihak rekanan, dan satu orang dari ASN Jember,” paparnya.

Selain tambahan keterangan dari tiga orang sakti tersebut, pihak Kejari Jember juga terus mengumpulkan dokumen-dokumen terkait. “Dokumen itu bisa berbunyi di dukung dengan keterangan saksi. Kami masih menunggu perkembangan dari ahli, review dari pihak-pihak terkait,” imbuhnya.

Kejari Jember belum masuk ke dalam ranah perhitungan kerugian negara. Menurut Herdian, pihaknya tak ingin terburu-buru. Sebab, menghitung kerugian negara dalam sebuah kasus korupsi, juga melibatkan beberapa pihak lainnya. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Bagus Supriadi