Dua Pemuda Ditahan di Polsek

Mabuk Sambil Bawa Parang

DIMINTAI KETERANGAN: Dua tersangka yang kedapatan membawa senjata tajam (sajam) saat menonton karnaval tengah dimintai keterangan anggota Reskrim Polsek Arjasa.

RADAR JEMBER.ID – Ini akibatnya bila sering membawa sajam (senjata tajam) ke mana pun, apalagi sambil mabuk. Sebab, hal itu bisa merugikan dirinya sendiri maupun orang lain. Seperti yang dilakukan Moh Yusup, 21, warga Dusun Klanceng, Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, dan kawannya, Arik Budiman, 24, warga Dusun Krajan, Desa Kamal, Kecamatan Arjasa.

IKLAN

Keduanya diamankan petugas saat melakukan pengamanan karnaval di Desa Biting, Kecamatan Arjasa. Awalnya, anggota curiga dengan tiga orang yang berdiri di pinggir jalan saat menonton karnaval. Setelah didekati, ternyata keduanya sudah setengah teler sambil membawa sajam berupa celurit dan pisau.

Karena berpotensi membahayakan warga lainnya yang sedang menonton karnaval, keduanya langsung diamankan di Mapolsek Arjasa. Ternyata, setelah dilakukan pemeriksaan, kedua dalam kondisi mabuk. “Karena saat pada saat dimintai keterangan juga oleh petugas, mereka menjawab ngelantur,” ujar Kanitreskrim Polsek Arjasa Aipda Irwan Prasetyo SH.

Beruntung, ada penonton lain yang sudah mencurigai bahwa ada penonton yang membawa sajam. Pelaku langsung diamankan warga dibantu petugas yang saat itu sedang bertugas menjaga karnaval di Jalan Dusun Mojo, Desa Biting, Kecamatan Arjasa. Setelah mengamankan barang bukti berupa celurit dan pisau, keduanya langsung dijebloskan ke sel tahanan Polsek Arjasa. “Tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 dengan ancaman 12 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti