Verifikasi Faktual di Depan Mata

CAIR: Suasana rapat penyerahan hasil verifikasi administrasi surat dukungan dari KPU Jember kepada LO Paslon perseorangan dengan disaksikan Bawaslu Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Verifikasi administrasi surat dukungan bakal calon bupati dan calon wakil bupati jalur perseorangan, akhirnya rampung diteliti Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember. Hasilnya, pasangan Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian) lolos ke tahap berikutnya, yakni verifikasi faktual (verfak). Babak penentuan awal untuk menguji validasi surat dukungan itu pun sudah di depan mata.

IKLAN

Bakal paslon Faida-Vian diketahui mendaftarkan surat dukungan sebanyak 180.082 lembar, beberapa waktu lalu. Berdasarkan hasil verifikasi administrasi KPU Jember, ditemukan 12.577 surat dukungan yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Ada yang karena NIK-nya tidak ada, suket kedaluwarsa, foto kopi KTP tidak jelas, alamat tidak sama, nama berbeda, dan permasalahan lain.

“Setelah melalui tahapan verifikasi administrasi, surat dukungan paslon perseorangan yang bisa dilakukan verifikasi faktual yaitu 167.505 surat dukungan. Verifikasinya dilakukan secara sensus,” kata Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in.

Lebih lanjut, verifikasi faktual yang awalnya direncanakan mulai tanggal 27 Juni, akhirnya mundur dua hari, dan akan dimulai Senin (29/6) mendatang. “Lamanya waktu verfak 14 hari, yaitu berakhir pada 12 Juli,” tegas Syai’in, kemarin (26/6).

Secara teknis, beberapa hal penting telah dibahas bersama dalam rapat antara KPU Jember, Liaison Officer (LO) atau tim penghubung paslon perseorangan, dan Bawaslu Jember. Dan teknis verfak akan dilakukan dengan metode sensus.

Komisioner KPU Ahmad Susanto menegaskan, dalam mekanisme verfak yang dimulai Senin mendatang, petugas verfak akan mendatangi rumah warga sesuai dengan data yang ada pada surat dukungan. Hal itu dilakukan untuk melakukan validasi apakah warga tersebut benar-benar mendukung Faida-Vian atau tidak.

“Kalau didatangi petugas tidak ada orangnya, maka bisa dikumpulkan di suatu tempat. Bisa di mana pun. KPU menyarankan di kantor kelurahan atau desa. Tetapi tempat pengumpulan tetap bisa di mana pun asal bisa dijangkau semua,” papar Santo.

Dikatakannya, khusus bagi warga yang dikumpulkan tidak hadir dengan berbagai alasan seperti bekerja di luar kota, maka bisa dilakukan verfak melalui video call. Begitu pula dengan warga yang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit. Selain itu, apabila ada lokasi yang menjadi basis surat dukungan, tetapi lokasinya ada pada wilayah yang menjalankan karantina covid-19, maka bisa dilakukan video call. Warga yang tidak bisa dihubungi, maka dianggap TMS.

“Petugas verfak semuanya dibekali protokol kesehatan, khusus wilayah yang diberlakukan karantina, maka petugas cukup melakukan video call. Fasilitatornya tetap LO, karena yang tahu pendukung itu LO,” tegasnya.

Dikonfirmasi seusai rapat bersama, Tim LO Samsul Ashari menyebut, mekanisme verfak akan langsung disampaikan kepada seluruh LO yang ada di semua kelurahan/desa. Tim LO pun menyatakan sudah siap melakukan verfak tersebut. “Kami sudah siap di lapangan,” tegasnya.

Selain memberi tahu mekanisme verfak kepada LO di tingkat desa/kelurahan, pihaknya juga sempat mempertanyakan 12.577 surat dukungan yang dinyatakan TMS oleh KPU. “Kami hanya minta kejelasan detailnya, karena kami hanya menerima berita acara. Jadi, kami minta rekap by name siapa yang memang tidak memenuhi syarat,” jelasnya.

Pada saat ditanya apakah sudah ada persiapan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan surat dukungan, Samsul menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan. “Kalau itu sudah, kalau jumlah yang disiapkan itu bukan wewenang saya,” ungkapnya.

Secara terpisah, paslon perseorangan Faida-Vian mengaku sangat yakin bisa lolos dalam verifikasi faktual yang akan digelar selama 14 hari nanti. Faida menegaskan, dukungan masyarakat yang dituangkan dalam surat dukungan sudah menjadi bukti tersendiri. “Sangat yakin lolos. Sangat optimistis karena dukungan warga itu dari hati,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Jember Imam Thobrony Pusaka menyatakan kesiapan untuk melakukan pengawasan. Menurutnya, pengawasan dilakukan secara ketat. Pemetaan sampling juga telah dilakukan untuk menentukan hal-hal penting yang diawasi. “Pengawasan dilakukan secara ketat. Kami pakai metode sampling dengan pemetaan yang telah dilakukan,” tegasnya.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Nur Hariri
Fotografer: Nur Hariri