Jember Menuju Kabupaten Religius

Terbitkan Buku Selawat, Ajarkan Anak Cinta Rasul

Waktu dekat ini, Pemkab Jember bakal menerbitkan buku selawat untuk menjadi panduan anak muslim mencintai Rasul-Nya. Selain itu, juga diupayakan ada buku sebanding untuk kalangan anak nonmuslim. Kebijakan ini guna mendorong Jember menjadi kabupaten religius.

SIAPKAN GENERASI RELIGIUS: Wakil Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief memimpin rapat pembahasan penerbitan buku selawat bersama Dewan Pendidikan Jember, Kamis (25/6).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wakil Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief, tampak semingrah kala memimpin rapat di salah satu aula kantor Pemkab Jember, Kamis (25/6) kemarin. Namun saat rapat dimulai, wajah cerahnya berubah serius. Terutama, saat melihat paparan dari salah seorang peserta rapat. Seketika wajahnya mendongak dan membaca tulisan yang terpampang dalam slide yang terpancar dari layar putih di depannya.

IKLAN

“Sebentar lagi akan diterbitkan buku selawat untuk menjadi panduan bagi anak muslim di Jember. Di samping itu, juga diupayakan ada buku yang sebanding untuk kalangan anak nonmuslim. Ini untuk mendorong Jember menjadi kabupaten religius,” katanya, memecah kebekuan rapat.

Saat ini, kata wabup, Dewan Pendidikan Kabupaten Jember sedang menyelesaikan tugas untuk membuat buku pedoman selawat anak Jember. Dalam menyusun buku itu, Dewan Pendidikan juga mengundang beberapa kiai yang berkompeten dalam selawat dan kelompok jamiiyah selawat untuk memberikan masukan.

“Karena di Jember banyak jamiyah selawat, jadi kami undang untuk memberikan masukan. Dan alhamdulillah semua pihak menyambut gembira,” ungkapnya. Langkah ini juga sejalan dengan 22 Janji Kerja. Dalam poin ke-22 disebutkan, ingin menjadikan Jember sebagai Bumi Shalawat, ramah lingkungan, ramah warga berkebutuhan khusus, ramah ibu dan anak, serta ramah kelompok minoritas.

Menurutnya, ada beberapa kriteria dalam buku panduan selawat untuk anak Jember itu. Nantinya selawat yang digunakan tidak begitu panjang. Karena hanya dimasukkan dalam acara doa di sekolah sehingga tidak sampai menganggu kurikulum sekolah dan tidak mengganggu jam belajar.

Sebisa mungkin, kata Wabup, selawat itu sudah familiar di kalangan anak anak. Karena sebetulnya hanya pintu masuk saja. “Tujuan akhirnya adalah bagaimana anak-anak Jember yang muslim ini bisa menjadi anak yang cinta Rasul dan senang membaca selawat,” urainya.

Di samping itu, Dewan Pendidikan menginginkan Jember menjadi kabupaten yang religius, terutama untuk generasi muda. Karena disebutnya, salah satu tolak ukurnya, kalau dalam Islam adalah cinta kepada rasul dan wujudnya senang berselawat.

“Saya yakin apabila anak Jember dari tingkatan TK, SD, SMP, RA, MI, MTS semuanya bisa sukses sesuai dengan rencana, senang berselawat, maka akan berpengaruh terhadap pendidikan karakter anak-anak di Jember,” ujarnya.

Selain itu, Wabup menambahkan, ada satu usulan baru dan sangat penting untuk menghindari kecemburuan. Yakni Dewan Pendidikan juga diminta bertemu dengan tokoh-tokoh agama lain, Hindu, Budha, Katolik, dan Kristen. “Kira-kira kalau dalam agama mereka apa yang harus menjadi titik tekan. Kalau Islam selawat, kalau mereka apa. Ini yang juga perlu dirumuskan,” pungkasnya.

Reporter : mg1

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih