Tahanan Sudah Bisa Masuk Lapas

Syaratnya, Wajib Ikut Rapid Test

DIPERIKSA DULU: Para tahanan wajib menjalani rapid test terlebih dahulu sebelum memasuki Lapas Kelas II A Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Puluhan tahanan kejaksaan akhirnya diperbolehkan masuk ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Sebelum ini, seluruh lapas di Indonesia mengikuti arahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk tidak menerima terlebih dahulu tahanan dari luar. Hal itu untuk memutus penyebaran Covid-19 di dalam lapas maupun rutan. Termasuk Lapas Kelas II A Jember.

IKLAN

Nah, sejak Selasa (23/6) lalu, Lapas Kelas II A Jember akhirnya menerima tahanan. Tercatat sebanyak 40 tahanan kejaksaan akhirnya dipindahkan ke Lapas Jember. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Jember Aditya Okto.

Ada sejumlah syarat agar seluruh tahanan bisa pindah ke lapas. “Para tahanan harus menjalani rapid test terlebih dahulu untuk bisa masuk ke lapas. Karena itu menjadi syarat utama mereka. Ada 40 tahanan pidana umum yang kami pindahkan dari sel polres atau polsek ke Lapas Jember,” ungkap Aditya.

Puluhan tahanan tersebut, lanjut dia, masih dalam proses persidangan. Mereka menjalani proses sidang secara daring, terpisah dari para pihak yang sidang di ruang Pengadilan Negeri Jember.

Meski begitu, hingga saat ini masih banyak tahanan kejaksaan yang dititipkan sementara di Polres Jember maupun polsek wilayah hukum Jember. “Masih ada sekitar 147 tahanan lagi yang berada di Polres atau Polsek,” imbuh Aditya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Para tahanan yang masih berada di polsek tersebut setiap harinya dijemput oleh mobil kejaksaan untuk menjalani sidang daring dari kantor Kejaksaan Jember, dan tersambung video telekonferensi dengan Pengadilan Negeri (PN) Jember. “Mobil tahanan kami tiap harinya keliling menjemput mereka. Ada yang dari Polsek Tanggul, Kencong, dan Sumberbaru untuk dibawa sidang ke kejaksaan,” kata Aditya.

Nantinya, para tahanan yang masih berada di polres maupun polsek akan bergiliran dipindah ke Lapas Jember. Meskipun status mereka belum mendapat putusan inkrah dari PN dan masih menjalani proses sidang. “Selasa pekan depan (30/6) juga akan kami kirim lagi tahanan ke Lapas. Begitu pun selanjutnya,” pungkas Aditya.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Istimewa