Jaga Asupan Gizi Selama Kehamilan

PERIKSA KESEHATAN: dr Cahyawati Arisusilo SPOG, dokter spesialis kandungan tengah melakukan USG ke pasien.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Adanya kampanye stay at home dan work from home mewajibkan masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah. Hal ini ditegaskan demi mencegah peningkatan angka penularan virus korona. Uniknya, hal ini mengakibatkan angka kehamilan ikut meningkat. Dilansir dari Jawa Pos, pada Mei lalu, menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), ada lebih dari 400.000 kehamilan tak direncanakan.

IKLAN

Dokter spesialis kandungan di Klinik Apotek Johar, dr Cahyawati Arisusilo SP OG MMRS, tak menampik jika sejak pandemi korona berlangsung, terjadi peningkatan jumlah ibu hamil. “Iya betul, memang ada peningkatan ibu hamil,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember di ruang praktiknya.

Dokter yang juga bertugas di Siloam Hospital Jember ini menambahkan, kondisi tersebut kemungkinan besar terjadi karena pertemuan antara suami dan istri semakin meningkat sejak pandemi korona. “Karena suami WFH dan di rumah saja,” ujarnya.

Dalam pandemi korona seperti ini, kata dia, ada tiga peningkatan. Yakni jumlah ibu hamil meningkat, pasangan suami istri yang hendak melakukan program KB juga meningkat, serta bayi lahir berat kecil juga meningkat. Namun, dr Cahya tidak menghitung secara detail berapa peningkatan jumlah ibu hamil. Hanya saja, dirinya merasakan ada penambahan jumlah pasien ibu hamil yang dia tangani.

Yang perlu diperhatikan, peningkatan jumlah ibu hamil ini juga selaras dengan jumlah bayi lahir dengan berat kecil juga meningkat. “Bukan lahir prematur, tapi lahir normal. Namun, bayinya beratnya kecil,” tuturnya.

Menurutnya, hal ini disebabkan konsumsi makanan ibu hamil yang tak diperhatikan, khususnya selama pandemi korona. Akibat kampanye di rumah saja, ibu hamil lebih memilih makanan instan, siap saji, dan makanan yang diantarkan lewat jasa transportasi daring. “Karena takut keluar, jadi makannya makanan instan,” jelasnya.

Kebiasaan tersebut membuat berat badan bayi saat lahir di bawah rata-rata. Padahal kondisi ibu selama hamil harus tetap diberi asupan makanan bergizi, agar bayi dapat tumbuh dengan optimal dan organ-organ tubuhnya berkembang dengan sempurna. “Memang ibu hamil kesehatannya dijaga dan diusahakan jangan sampai sakit, apalagi tertular korona,” tegasnya.

Dirinya meminta para calon ibu untuk tidak panik berlebihan, sehingga mengakibatkan kurang perhatian dengan gizi makanan yang dikonsumsi.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti