Akses Pasar DiKeluhkan Petani

SOSIALISASI PROGRAM: Sejumlah petani saat mengikuti program kemitraan di PT Benih Citra Asia Ajung, beberapa waktu lalu (20/6).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyaknya masyarakat yang hidup bertumpu pada sektor pertanian memunculkan persaingan pasar yang ketat. Jika tak kuat-kuat, produksi petani lokal akan kalah saing di pasaran karena tergerus dengan produksi pertanian dari luar daerah.

IKLAN

Pentingnya mendapat akses pasar itu dimanfaatkan oleh puluhan petani yang tergabung dalam Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Jember. Mereka mengikuti program kemitraan dengan menggaet salah satu PT ternama yang bergerak dalam pembibitan pertanian asal Ajung.

“Kerja sama ini upaya untuk menjawab kebutuhan petani dalam mendapatkan akses pasar,” tutur Ovi Faisol Arief, Ketua LPPNU Jember.

Menurut dia, menggaet PT Benih Citra Asia Ajung dalam menjalin kemitraan bisa dimanfaatkan oleh petani dalam menjangkau akses pasar. Sebab, sebagaimana diketahui, PT yang bergerak di bidang pembenihan pertanian itu sudah mampu menembus hingga pasar internasional.

Selain itu, kata Ovi, upaya tersebut bisa turut menjawab kegelisahan petani karena pandemi Covid-19 belakangan kemarin yang membuat sektor penjualan mereka lesu. “Selain bentuk pemberdayaan, upaya ini juga membangun kemandirian petani kita,” ulasnya.

Sedikitnya, puluhan petani mengikuti program sosialisasi kemitraan kerja tersebut. Mereka berasal dari 11 kecamatan yang ada di Jember. Selain itu, akses pasar juga dinilai menjadi salah satu kendala mereka dalam menjual hasil pertaniannya. “Harapannya ke depan nanti kita bisa lebih menjangkau petani kita,” sambungnya.

Sementara itu, Slamet Sulistiyono, Direktur Utama PT Benih Citra Asia Ajung, menambahkan, dengan adanya keterlibatan petani lokal Jember dalam menjalin mitra, ia optimistis perlahan petani mulai bisa menemukan ritme pasar lokal bahkan hingga tembus nasional dengan harga bersaing.

Pria yang juga sebagai Wakil Ketua Tanfidiyah PCNU Jember itu menilai, bermitra dengan petani bisa menjadi langkah awal membangun kemandirian petani lokal. “Kalau kita semangat dan komitmen dengan program ini, insyaallah pertumbuhan ekonomi umat membaik dan kemandirian ekonomi bisa diupayakan,” pungkasnya.

Reporter : Maulana

Fotografer : Istimewa

Editor : Hadi Sumarsono