Inspirasi Mahasiswa hingga Sabet Juara LKTI Tingkat Nasional

Tuangkan Gagasan Kepedulian Covid-19 melalui Tulisan

Aktivitas mahasiswa saat wabah korona seperti mati suri. Namun, saat di luar kampus atau di rumah, mereka bisa melakukan banyak hal. Seperti yang dilakoni Erisha Najwa Himaya. Dia tetap berkarya meskipun di saat pandemi, hingga dirinya dinobatkan juara tingkat nasional.

MUDA BERPRESTASI: Erisha Najwa Himaya, mahasiswi IAIN Jember menyabet juara satu dalam lomba penulisan artikel tingkat nasional, pekan lalu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bantuan kemanusiaan tak harus berupa materi, bisa terdiri atas gagasan, ide yang konstruktif. Itulah yang diyakini Erisha Najwa Himaya, mahasiswi Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah IAIN Jember. Mengetahui kampus sepi dari kegiatan mahasiswa, dia tidak berdiam diri. Saat ada kesempatan, Erisha mencoba menuangkan ide dan gagasannya melalui lomba karya tulis ilmiah yang digelar Ikatan Alumni dan Pesantren Zainul Hasan Genggong (Tanaszaha) Komisariat IAIN Jember pada awal Mei kemarin.

IKLAN

Awalnya, gadis berhijab ini tak menyangka bakal dinobatkan sebagai juara satu dalam lomba tingkat nasional itu. Sebab, cukup banyak peserta yang mengikutinya, bahkan seluruh mahasiswa dari penjuru tanah air. Kompetisi yang digelar sejak 10 April lalu itu memang mencoba menyuguhkan bakat tulis-menulis mahasiswa, utamanya saat kondisi pandemi sekarang ini.

Erisha, sapaan akrabnya, harus bersaing ketat dengan puluhan peserta lainnya. “Saya merasa terpanggil, wabah ini tak hanya berdampak terhadap aktivitas mahasiswa, tapi juga seluruh elemen kehidupan masyarakat. Dari situ saya meyakinkan diri untuk ikut lomba,” ujar gadis berjilbab itu.

Melalui karya tulisnya, Erisha mengangkat tema yang cukup aktual yaitu Resesi dan Ancaman Krisis Ekonomi di Tengah Pandemi. Dalam ulasannya, mahasiswi ini mengkaji dan menganalisis secara mendalam mengenai dampak dan ancaman krisis perekonomian saat pandemi hingga setelahnya nanti.

Dirinya berpendapat, ancaman perekonomian global mulai tampak di depan mata. Dan yang paling merasakan dampaknya pertama kali adalah masyarakat dengan perekonomian menengah ke bawah. Hal itulah yang kemudian dianggapnya harus mulai dipersiapkan oleh pemerintah. Tak hanya program bantuan yang sering saat ini dilakukan, tapi harus mengarah pada kebijakan yang berorientasi jangka panjang. Bisa berupa undang-undang, peraturan ataupun ketetapan lain.

Dari situ kemudian letak korelasi antara jurusan yang ditekuninya dengan tulisan Erisha. “Kompetisi ini tidak mudah, jalannya begitu ketat. Tapi alhamdulilah, dengan doa, usaha dan dukungan orang terdekat, saya bisa melaluinya,” jelas gadis asal Situbondo itu.

Selain itu, mahasiswa semester empat itu berharap, keikutsertaannya dalam lomba tulis menulis tersebut bisa memotivasi rekan sekuliahnya. Karena dia meyakini, aktivitas perkuliahan daring selama ini tentu dianggapnya sangat menjenuhkan. “Ke depan ini menjadi tantangan saya untuk berkarya lebih baik lagi,” pungkasnya.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Maulana
Fotografer: Dwi Siswanto