Kiprah Abdulrahman, Atlet Muythai Multitalenta

Raih Emas di Kerjunas, Mimpi Bermain di PON Jadi Kenyataan

Nyaris semua cabang olahraga (cabor) beladiri pernah digeluti. Mulai dari pencak silat, wushu sanda, tinju, kick boxing, hingga muaythai. Lantaran multitalentanya itu, Abdulrahman berhasil meraih mimpinya. Kini, dia bakal berlaga di event bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON).

GIGIH BERLATIH : Abdulrahman (kanan) saat berlatih bersama pelatihnya Oky Wijaya di Sasana Rambipuji. Abdulrahman menjadi atlet muaythai asal Jember yang membela tim PON Jatim.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berprestasi di satu cabor sudah menjadi hasil positif seorang atlet. Sebab, untuk naik podium kejuaraan di satu cabor saja sudah menjadi prestasi luar biasa. Apalagi, kalau atlet itu bisa meraih prestasi lebih dari satu cabor. Maka tak heran, jika atlet tersebut dikenal dengan multitalenta.

IKLAN

Abdulrahman, remaja asal Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji ini membuktikan bahwa dirinya salah satu atlet yang multitalenta di beberapa cabor. Khususnya beladiri. Terjun kali pertama di cabor pencak silat, Rahman seakan tak puas hanya bergelut di satu cabor saja. “Saya juga sempat latihan tinju. Tapi sudah agak lama setiap ikut kejuaraan kok susah untuk juara. Kalau main final selalu kalah, mentok main final itu belum pernah juara,” tutur Rahman saat ditemui Jawa Pos Radar Jember di sasana tinju Rambipuji.

Kegagalannya itu tak membuat Rahman berkecil hati. Bersama pelatihnya, Ardhianto Oki Wijaya, dia terus menggembleng diri dengan cabor beladiri lainnya. Sebab, potensi remaja kelahiran 3 September 1996 ini memang cukup besar di cabor beladiri. Tak berhenti di pencak silat dan tinju, Rahman kembali mencoba cabor wushu sanda. Yakni, wushu kategori tanding.

“Rahman ini main di wushu sanda sekitar 2016 lalu. Bahkan dia sempat bermain sebanyak delapan kali, tidak pernah kalah dan selalu juara. Rahman termasuk atlet unggulan wushu sanda Jember waktu itu,” ungkap Oki.

Bahkan, Oki menyebut, seharusnya Rahman bergabung bersama tim Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur wushu. Sayangnya, karena ada beberapa hal, Rahman tidak jadi bergabung.

Rahman beberapa kali bermain di wushu sanda dalam kejuaraan tingkat provinsi. Kiprahnya mulai diperhitungkan oleh para lawannya. Bahkan, Oki menyebut, Rahman pernah dia titipkan di sebuah akademi tinju di Semarang sebelum bermain di wushu sanda. “Saya titipkan ke pelatihnya Chris John waktu itu di Semarang. Rahman ini cukup mati-matian latihan tinju,” jelasnya.

Kembali tak puas di wushu sanda, karena tidak bisa menembus skuad Puslatda Jawa Timur, Rahman bersama Oki kembali bermain untuk cabor beladiri lainnya. Tahun 2018, Rahman turun di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muaythai Jawa Timur. Muaythai sendiri adalah seni beladiri asal Thailand yang sudah menjadi cabor resmi di Indonesia. Cabor itu dipertandingkan tingkat provinsi hingga nasional.

Nasib baik menghampiri Rahman. Dia berhasil meraih medali emas dalam Kejurnas tersebut. Meraih medali emas di Kejurnas muaythai, Rahman menjadi atlet muaythai asal Jember yang mulai diperhitungkan. Puncaknya, saat kualifikasi Pra PON Papua tahun lalu. “Alhamdulilah dapat medali emas di Pra PON. Jadi, saya otomatis bisa mewakili Jawa Timur untuk bermain di PON,” tegas Rahman.

Bermain di kelas 60 kilogram, pada laga final waktu itu, Rahman berhasil mengalahkan atlet asal Kalimantan Timur. “Sebelumnya berat badan saya 65 kg. Jadi harus menurunkan berat badan di bawah 60 kg. Alhamdulilah dalam satu bulan berat badan saya 58 kg,” kenangnya.

Setelah berhasil menggenggam satu tiket berlaga di PON Papua. Rahman tetap menjaga kondisi tubuhnya. Dia pun tak puas diri. Sebab, mimpinya bermain di event bergengsi sekelas PON tercapai.

Bersama tim muaythai PON Jatim, September 2019 hingga akhir Februari 2020 dirinya berangkat ke Thailand. Di negara asal cabor muaythai itu dirinya menjalani pemusatan latihan (TC). Rencananya, setelah tiba ke Indonesia, tim muaythai langsung menggelar persiapan lanjutan sebelum berangkat ke PON Papua 2020. Namun, rencana itu gagal, lantaran ada pandemi Covid-19. Bahkan, gelaran PON Papua resmi diundur 2021 mendatang.

Di PON nanti, Rahman akan berlaga di kelas 60 kg. “Insyaallah saya sudah siap semua untuk bermain di PON. Saya juga sudah mulai tahu peta kekuatan lawan nantinya,” imbuh Rahman.

Sedangkan, Oki, terus mendukung kiprah sang atlet. Dirinya berharap, Rahman dapat menyumbangkan medali emas untuk Jawa Timur nantinya. Selain menekuni muaythai, anak pasangan Soiya dan Samsuri ini juga pernah mencicipi kejuaraan cabor kick boxing pada 2018 di Jakarta.

Editor: Mahrus Sholih
Reporter: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi