Semua Objek Wisata Tutup

Siasati Jual Produk Secara Daring

SEKARANG LESU: Suasana Pantai Papuma sebelum adanya pandemi Covid-19. Kini, seluruh objek wisata di Jember sudah ditutup dalam masa wabah wabah korona.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dampak yang sangat besar dirasakan pelaku objek wisata di Jember atas pandemi wabah korona yang masih merebak sekarang ini. Seluruh objek wisata, baik wisata alam maupun buatan terkena imbas dari Covid-19. Sebab, tempat wisata diharuskan tutup sementara waktu.

IKLAN

Batas waktu penutupan seluruh objek wisata tersebut belum ditentukan. Mengingat, Covid-19 itu masih belum reda. Menurut Febrian Ananta Kahar, ketua Destinasi Wisata Jember (DWJ), pihaknya merasakan benar dampak virus tersebut pada sektor pariwisata.

Apalagi, masa lebaran sebenarnya menjadi waktu yang tepat bagi pelaku objek wisata. Sebab, banyak pengunjung yang datang. Namun, tahun ini, mereka harus memutar otak untuk menyiasati itu. “Semua objek wisata memang harus tutup sekarang ini. Ya, semoga badai korona ini segera berlalu,” tutur Febrian.

Alternatif bagi pelaku wisata sekarang ini pun tidak banyak, untuk tetap eksis menjual produk-produk mereka. Seperti yang dilakukan Taman Botani Sukorambi. Salah satu tempat wisata keluarga di Jember itu kini menjual produk kebun mereka secara daring.

“Ya, kami menyiasati dengan menjual produk buah dan sayur kami melalui online dari sosial media. Itu menjadi bagian dari cara di waktu sekarang ini. Tetapi, itu tidak sebanyak kegiatan yang ada di Taman Botani,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Febrian menambahkan, rekan-rekan pelaku objek wisata pun sekarang rata-rata banting setir. “Ada yang jual makanan sampai hand sanitizer. Kami menyiasati itu semua walau memang ya tidak cukup sebenarnya,” beber Febrian.

Pihaknya berharap, ada solusi bagi pelaku pariwisata dari pemerintah. Baik pemerintah pusat maupun daerah. “Kalaupun masa korona ini berlangsung lama, ya bagi pengusaha wisata memang berat. Pengusaha wisata belum terlindungi,” lanjutnya.

Senada dengan Febrian, salah seorang pengusaha wisata kolam renang asal Ambulu Niagara Park, Sutikno mengaku dirinya juga sudah menutup usaha wisatanya tersebut. “Sudah kami tutup karena memang imbauan dari pemerintah. Masa korona ini memang sangat berat buat pengusaha wisata seperti kami,” pungkasnya.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Hadi Sumarsono