Polisi Bubarkan Acara Pernikahan

Antisipasi Penularan Virus Korona

DIBUBARKAN: Kapolsek Semboro Iptu Facthur Rahman saat mendatangi acara pernikahan di rumah Wariono, 47, warga Dusun Beteng, Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro.

JEMBER, RADARJEMBER.ID  Polisi terus melakukan langkah operasi pembubaran kerumunan massa untuk mencegah penyebaran virus korona atau Covid-19. Salah satunya dilakukan oleh Polsek Semboro yang membubarkan acara hajatan pernikahan, Rabu (25/3) malam lalu.

IKLAN

Sebuah video acara resepsi pernikahan di wilayah Jember menjadi viral tersebar di media sosial Facebook dan WhatsApp setelah dibubarkan oleh kepolisian. Belakangan diketahui, acara resepsi pernikahan itu berada di rumah Wariono, 47, warga Dusun Beteng RT 04 RW 06, Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro.

Dalam video itu, Kapolsek Semboro Iptu Fachtur Rahman datang ke acara resepsi pernikahan dan meminta puluhan orang yang sudah berada di lokasi itu untuk membubarkan diri. Terlihat kedua mempelai kebingungan, namun pada akhirnya turun dari pelaminan. Pada video itu pula tampak makanan prasmanan sudah berjajar rapi, dan terlihat satu dua orang sibuk membersihkan piring.

Ketika didatangi petugas, pada acara pernikahan tersebut sudah terlihat puluhan orang yang saling berdatangan dan memberikan ucapan kepada kedua mempelai. Demikian juga sudah terlihat makanan dengan prasmanan. Namun, tiba-tiba Kapolsek Semboro Iptu Fathur Rahman bersama anggotanya muncul dan menegaskan pembubaran tersebut. “Saya minta maaf kepada tuan rumah Pak Wariono yang mempunyai hajat untuk ini, acara dibubarkan,” ujar Fathur di depan undangan yang sedang makan.

Dirinya menuturkan, pembubaran kerumunan warga yang menjadi sarana penyebaran Covid-19 ini terpaksa dilakukan karena sudah menjadi keputusan dari pusat. “Saya minta maaf, sekali lagi saya minta maaf, mohon untuk yang ada di dalam sini membubarkan diri. Ini adalah perintah maklumat Kapolri, untuk tidak mengadakan acara dengan melibatkan banyak orang. Termasuk acara resepsi pernikahan seperti ini,” ungkap Fachtur Rahman dalam video itu.

Bagi yang telanjur hadir, lanjut dia, disilakan untuk mengabadikan momen bersama kedua mempelai, namun waktunya dipersingkat. Hal ini dilakukan demi keselamatan bersama dari virus korona. “Monggo silakan kalau mau berfoto bersama mantennya, tetapi jangan terlalu lama,” ujarnya.

Pasca-pembubaran tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. “Kita minta kepada KUA agar masyarakat Semboro yang akan melaksanakan akad nikah, tidak mengadakan resepsi pernikahan. Kalau masih memaksa (mengadakan resepsi, Red), ya KUA tidak akan menikahkan,” ujar Fachtur.

Dalam waktu dekat ini, lanjut Fachtur, ada sekitar lima orang di wilayah Semboro yang berencana melakukan akad nikah. Dirinya tak keberatan asal masyarakat yang terlibat tidak lebih dari sepuluh orang. “Kalau akad nikah gak apa-apa, tapi maksimal yang boleh ikut prosesi itu 10 orang. Lebih dari itu ya kami bubarkan,” pungkasnya.

Reporter : Jumai

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti