Lingkungan dan Pendidikan Juga Berpengaruh

Faktor Utama: Ekonomi, Status Perkawinan, serta Kejiwaan

Tak ada sekolah yang menerangkan bagaimana menjadi seorang wanita, terutama menjadi seorang ibu atau orang tua.” Marisa Selvy H. SPsi. Psikolog Rumah Sakit Bina Sehat

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bukan hanya problem kejiwaan, masalah ekonomi dan status perkawinan juga menjadi faktor utama kenapa orang tua tega membuang bayi mereka. Tiga hal inilah yang biasanya melatarbelakangi seseorang berbuat nekat, meski bayi yang dicampakkan tersebut merupakan darah daging mereka sendiri.

IKLAN

Psikolog Rumah Sakit Bina Sehat Marisa Selvy H. SPsi mengatakan, setiap wanita pasti memiliki naluri keibuan. Tapi kalau mereka sudah berani melakukan hal nekat, berarti ada penyebab yang membuat mereka terdesak. “Saat mereka terdesak, ada suatu pertimbangan pada kejiwaan wanita tersebut,” terang psikolog yang karib disapa Icha ini.

Secara psikologis, kata dia, ada dua pertimbangan, secara sadar dan tak sadar. Saat perbuatan itu dilakukan secara sadar, biasanya dilatarbelakangi oleh tiga hal tadi. “Mungkin saat kejadian itu, sang ibu hamil di luar pernikahan. Jadi, kelahiran bayi itu memang tidak dikehendaki,” ujarnya.

Selain tiga faktor tadi, derasnya arus informasi yang mudah diakses melalui berbagai media juga memberi efek tersendiri. Sebab, semua informasi sudah tak bisa dibendung. Baik negatif maupun positif. Namun, terkait perbuatan membuang bayi, biasanya mereka lebih banyak mengakses informasi yang negatif. Dengan demikian, si ibu mudah mencari tenaga medis yang mau melakukan aborsi secara ilegal. “Kalau tidak menemukan oknum aborsi, mereka membuang bayi setelah dilahirkan,” jelasnya.

Sementara itu, faktor ekonomi, Icha menduga, bisa jadi si ibu memang berasal dari keluarga miskin dan memiliki banyak utang. Sedangkan faktor gangguan kejiwaan mungkin saja lantaran ada masalah dengan suami atau keluarga saat si ibu sedang hamil. Dengan demikian, dia merasa tertekan dan membunuh anaknya.

Selain ketiga faktor itu, ada faktor lain yang berperan meski bukan faktor utama. Yakni, faktor lingkungan dan pendidikan. “Di kota-kota besar sudah banyak contohnya,” sebutnya. Semisal ada ibu yang mau merawat anaknya seorang diri. Sebab, ada faktor lingkungan dan pendidikan yang mendukung. Terlebih, dia telah mempertimbangkan keputusan tersebut untuk jangka waktu yang panjang. Jadi, si anak tak sampai dibuang.

Oleh karena itu, Icha mengimbau agar setiap orang tua dekat dengan anak-anak mereka. Apa pun yang terjadi, dukungan dengan cara yang tepat harus diterima oleh si anak. Sebab, segala hal yang berhubungan dengan perilaku yang menyimpang dan gangguan kejiwaan, muaranya dari keluarga. “Tak ada sekolah yang menerangkan bagaimana menjadi seorang wanita, terutama menjadi seorang ibu atau orang tua,” tuturnya.

Jadi, sambung dia, mereka harus belajar mendekatkan diri ke anak-anak mereka. Sebab, curahan kasih sayang yang cukup akan membuat seorang anak tak terjerumus dalam pergaulan negatif. “Dengan demikian, anak itu juga terhindar dari hal-hal negatif lain,” tandasnya.

Reporter : mg1

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih