Belum Tuntas, Proyek Drainase Ditinggal

 Warga Mengeluh, Akses Keluar Masuk Rumah Sulit

DIKELUHKAN: Pembangunan drainase di Jalan Tidar, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari ditinggal pelaksana proyek meski belum tuntas sepenuhnya. 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Campur tangan pemerintah untuk memastikan apakah pembangunan fisik tuntas 100 persen atau belum, sangat penting dan krusial untuk dilakukan. Paling tidak dengan turun langsung guna melihat hasil pekerjaan.

IKLAN

Jika tidak, maka akan terjadi seperti proyek pembangunan drainase yang ditinggal kontraktornya. Hal itu pun dikeluhkan banyak warga karena proyek tak diselesaikan 100 persen.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, proses pembangunan drainase di Jalan Tidar, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari sepertinya memang sudah selesai. Namun, ada banyak material yang dibiarkan begitu saja oleh pelaksana proyek. Keberadaan material itu lah yang membuat warga sekitar mengeluh.

“Kami warga di sini menginginkan pembangunan itu baik dan memberikan manfaat. Bukan malah menimbulkan masalah. Sekarang, proyeknya belum selesai, tetapi sudah cukup lama tidak ada yang kerja lagi. Sementara proyeknya belum tuntas seratus persen, ini bagaimana” kata Hasan, salah seorang warga setempat.

Bukan hanya itu, proses pembangunan drainase diketahui tidak disertai tutup alias bukan drainase tertutup. Hal ini juga membuat banyak warga sekitar mengeluh, lantaran mereka tidak memiliki akses untuk keluar masuk dari jalan aspal ke rumah atau ke tokonya.

Warga pun menyesalkan pembangunan proyek drainase yang tidak diselesaikan seratus persen tersebut. Warga berharap ada tindakan tegas dari pemerintah sehingga proyek itu tidak menimbulkan masalah. “Harusnya kalau dibangun drainase terbuka diberi tahu dulu. Kalau seperti ini kami kesulitan keluar masuk rumah dan toko,” ucapnya.

Akibat pembangunan drainase terbuka itu, warga pun meminta agar kontraktor tidak main tinggal begitu saja. “Kalau kami tahu tidak tertutup, lebih baik di depan rumah dan toko warga tidak dibongkar. Kalau seperti ini, kami juga rugi,” timpal warga lainnya.

Dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Jembber, Yessiana Arifah tidak merespon terkait proyek yang dikeluhkan warga tersebut. Meski dikirimi pesan singkat juga tidak membalas hingga berita ini ditulis Sabtu malam.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono