Pancasila dan Islam Saling Beriringan

NARASUMBER: Dari Kiri, Moderator Dr Akhmad Taufiq dan dua nara sumber KH Afifuddin Muhadjir serta Kasbrig 09 Letkol Inf Arif Munawar.

RADAR JEMBER.ID– Pengusulan KH Achmad Siddiq dan Letkol Moch. Sroedji sebagai pahlawan nasional terus diperjuangkan.  Salah satu upayanya adalah dengan menggelar  seminar  di Pendapa Bupati Wahyawibawagraha, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, kemarin (25/8).

IKLAN

Dalam seminar itu terungkap, almarhum merupakan sosok yang benar-benar menerapkan peran NU untuk bangsa terutama dalam mengkampanyekan Pancasila beriringan dengan ajaran Islam.

Hadir dua nara sumber yang dihadirkan KH Afifuddin Muhadjir, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Situbondo dan Kasbrig 09 Letkol Inf Arif Munawar.

KH Afifuddin Muhadjir menjelaskan, almarhum KH Achmad Siddiq adalah sosok yang dipilih para ulama senior untuk menjadi Rois Aam PBNU pada tahun 1984. Pemilihan itu bukan tanpa dasar, tetapi dikarenakan beliau merupakan sosok yang mampu mempersatukan bangsa.

KH Achmad Siddiq, kata dia,  paling aktif menjalankan peran NU. Yaitu sebagai benteng akidah ahlusunnah wal jamaah, pengawal moral bangsa Indonesia, serta penyanggah NKRI. “Ketiga peran NU ini, KH Achmad Siddiq memiliki andil yang sangat luar biasa. Itu diterapkan pada ajaran-ajarannya,” ungkap pria yang akrap dipanggil Kiai Khofi tersebut.

Dari peran yang luar biasa itulah, ajaran-ajaran KH Achmad Siddiq juga menyampaikan bahwa Pancasila berjalan beriringan dengan ajaran  Islam. Pancasila tidak bertentangan dengan Islam. “Usulan gelar pahlawan nasional untuk KH Achmad Siddiq bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan meneruskan sejarah. Oleh karena itu pahlawan Jember ini layak jika diresmikan sebagai pahlawan nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Kasbrig 09 Letkol Inf Arif Munawar menjelaskan, pengusulan gelar pahlawan nasional untuk Letkol Moch. Sroedji, sudah 80 persen memenuhi syarat dilihat dari aspek legalitasnya dan sosiologis

“Pengorbanannya dan dampaknya tidak hanya di Jawa Timur, bahkan nasional,” jelasnya. Menurutnya, hal itu  sudah diteliti  oleh tim dan hanya menunggu keputusan presiden. Untuk itu, Arif Munawar mengajak seluruh masyarakat untuk berdo’a agar keberlangsungan pengusulan tersebut berjalan lancar.

Bupati Jember dr Faida MMR menambahkan usulan kepahlawanan KH Achmad Siddiq sudah berjalan beberapa tahun terakhir. Menurutnya, sosok kiai asal Talangsari itu merupakan tokoh penggerak masyarakat, santri, Ponpes, dan tokoh agama sampai bisa menerima Pancasila sebagai asas tunggal melalui dakwah yang diajarkannya.

Sementara terkait Letkol Moch Sroedji, Pemkab Jember sudah direspon mendapatkan gelar Mahaputra Utama. Untuk itu, diupayakan pengusulan kembali untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Bagus Supriadi