Kepedulian BrigpolImsen Suhaimi pada Pelaku Kriminal

Sediakan Buku Bekas untuk Tahanan agar Punya Inspirasi Usaha

Terjerat kasus hukum dan hidup di balik jeruji besi, bukan berarti sepanjang hidupnya akan buruk. Inilah salah satu latar belakang BrigpolImsen Suhaimi menyisihkan uangnya demi membelikan buku bacaan untuk para tahanan di Polsek Sumbesari.

PEDULI TAHANAN: BrigpolImsen Suhaimi, salah seorang anggota Polsek Sumbersari, saat mencari buku bekas di belakang Johar Plaza. Buku bekas tersebut disiapkan untuk bacaan para tahanan polsek.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gang di belakang Johar Plaza atau yang kerap disebut Blok M Jember itu terlihat sepi. Sebagian besar pedagang barang bekas sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Tapi masih ada beberapa pedagang yang berjualan hingga sore hari. Di antaranya helm bekas dan buku bekas. Dari sejumlah pedagang buku bekas, mereka hanya menanti para pembeli itu datang. Beragam jenis buku, mulai dari novel, majalah, biografi, hingga pelajaran sekolah, mereka sediakan.

IKLAN

Tak lama, calon pembeli itu datang. Pria berkepala plontos dan berkacamata hitam pun langsung menuju tumpukan buku bekas. “Ada buku tentang budidaya ikan, kambing, lombok, dan semacamnya?” tanya pria itu. Tak menemukan buku yang dicari, pria itu kembali menaiki sepeda motornya menuju lapak penjual buku bekas lainnya.

Dari tumpukan buku bekas yang diperhatikan olehnya, ada satu majalah tentang renovasi rumah dan tumbuhan. “Mau majalah seperti itu ta, ini ada,” ujar Kustiyah, salah satu pedagang yang memperhatikan pria tersebut.

Pria tersebut bernama BrigpolImsen Suhaimi. Dia mencari buku bekas bukan untuk dirinya, ataupun untuk anaknya, melainkan untuk tahanan. “Buku ini buat tahanan, sekarang kan di polsek-polsek sudah ada tahanan sejak korona,” jelasnya.

Imsen adalah seorang polisi berpangkat brigpol yang bertugas di SPKT Polsek Sumbersari. Baginya, tugas di saat korona seperti ini adalah berkah. Sebab, dia bisa merealisasikan cita-citanya untuk berbagi walau hanya dengan sebuah buku.

Kepedulian Imsen kepada tahanan berawal ketika dirinya bertugas di Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polres Jember. Dua tahun lamanya dia memantau dan mendengarkan curhat para tahanan pada waktu itu. Sejak di TahtiPolres Jember, dia mengusahakan agar di setiap sel terdapat dua Alquran. “Satu sel dua Alquran itu, satu Alquran wajib ada. Sedangkan satu Alquran lain bisa dibawa oleh tahanan jika ingin memiliki,” paparnya.

Para tahanan, lanjut dia, ada kalanya merasakan penyesalan, kesunyian, dan kerinduan mendalam. Sehingga, lewat membaca Alquran, setidaknya bisa jadi penyejuk hatinya. Dia mengaku, para tahanan bisa berkali-kali terjerat kasus kriminal, karena setelah bebas penjara mereka tidak memiliki pekerjaan dan punya keahlian. Karenanya,terpaksa kembali melakukan perbuatan yang melawan hukum.

Keinginan terus memberikan Alquran ke tahanan pun didukung oleh istrinya. “Alhamdulillah istri mendukung,” tuturnya. Namun, sejak dipindah ke Polsek Sumbersari,keinginan kembali membagikan Alquran tidak terealisasi. “Di polsek, mau dikasih Alquran, tahanan hanya ditahan sementara saja. Paling lama dua hari, setelah itu dilimpahkan ke polres,” jelasnya.

Nah, sejak pandemi korona, tahanan di polsek juga mulai ramai, dan durasi di balik jeruji polsek juga lebih lama. “Ya awalnya mau kasih Alquran, tapi para tahanan tidak begitu suka,” imbuhnya.

Tak kehabisan akal, dirinya berganti haluan. Imsen memutuskan untuk mencari dan menyediakan buku bacaan yang mampu menginspirasi, mampu membuka peluang usaha, dan pengembangan skill. “Mereka di tahanan suka buku-buku seperti ini,” jelasnya.

Pria tegap itu selalu menyisihkan uang untuk membeli buku. Dia berharap setelah keluar dari sel, mereka tak kembali ke balik jeruji besi lagi, melainkan menjadi orang yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Dwi Siswanto
Fotografer: Dwi Siswanto