Ampun Deh!Wadah Sabun Kerap Hilang

DITALI RAFIA: Inilah potret fasilitas umum di sekitar kita. Di tempat cuci tangan umum Pasar Tanjung ini, sabun berkali-kali hilang. Meski diikat dengan tali rafia sekalipun, sabun cair itu tak akan bertahan lama.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Beginilah adanya. Sebuah fasilitas umum yang diperuntukkan dipakai bersama, namun masih ada saja oknum warga yang malah merusaknya.

IKLAN

Di Pasar Tanjung, selama pandemi korona sekarang, beberapa titik dipasang tempat cuci tangan umum, lengkap dengan sabun cairnya. Namun ironisnya, banyak warga yang menyalahgunakannya.

Bahkan, ada warung yang memanfaatkan area cuci tangan itu untuk cuci gelas dan piring. Terkini, banyak wadah sabun cair yang raib dari tempatnya.

Berkali-kali diberi wadah, namun berkali-kali pula hilang. ”Memang sejak pandemi Covid-19,tempat cuci tangan untuk pedagang dan pengunjung pasar dipasang di beberapa tempat.Namun paling banyak tempat cuci tangan itu dipasang di Jalan DR Wahidin. Karena memang banyak pedagang serta pengunjung yang datang untuk berbelanja. Sehingga tempat cuci dipasang di tempat yang strategis,” jelas Muin, 52, warga Dusun Angsana, Desa Kawangrejo, Kecamatan Mumbulsari, yang mengaku berjualan di pasar tersebut.

Dia melihat, rata-rata yang tidak bertahan lama itu wadah sabun cair yang bisa dibuka-pasang. ”Memang terlihat yang hilang dari beberapa tempat cuci tangan itu yakni tempat sabun cairnya saja,” jelasnya.

Sedikitnya, ada tujuh buah tempat sabun cair yang hilang. Sebab, untuk membukanya sangat mudah. Sering tersisa hanya tempat sabun yang ditempelkan ke rangka bajanya saja. Sementara tempat tisu masih ada, namun isinya tisunya sudah amblas.

Muin heran dengan hilangnya tempat sabun cair yang jadi satu dengan tempat cuci tangannya. Seharusnya, pedagang atau pengunjung Pasar Tanjung ikut menjaga. Sebab, ini merupakan fasilitas umum sejak pandemi Covid – 19.

Untuk antisipasi sering hilangnya wadah sabun cair itu, oleh beberapa warga lantas diganti dengan wadah botol air mineral. Itu pun harus diikat dengan tali rafia,agarawet. Juga tidak hilang.

“Mungkin yang hilang itu karena jauh dari pantauan pedagang atau sepi dari orang. Sehingga pelaku yang nakal mudah mengambilnya,”pungkas Muin.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Hadi Sumarsono