Teknis Karantina ODR-ODP Dimatangkan

CEK KESIAPAN AKHIR: Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono bersama Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin dan Wakapolres Jember Kompol Windy Syafutra saat meninjau lokasi karantina di JSG.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Fasilitas karantina untuk memutus penyebaran virus korona (Covid-19) telah tuntas dan siap digunakan. Kesiapan tempat tersebut disampaikan usai Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono dan Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin melakukan inspeksi mendadak (sidak) di gedung Jember Sport Garden (JSG), di Desa/Kecamatan Ajung, kemarin (25/03).

IKLAN

Kapolres Aris Supriyono menjelaskan, fasilitas karantina itu tetap seperti rencana awal. Yaitu, warga yang akan dikarantina adalah mereka yang masuk kategori sebagai orang dengan risiko (ODR) dan orang dalam pemantauan (ODP). “Persiapan karantina ini untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” katanya.

Menurutnya, sekalipun fasilitas karantina telah siap, tapi proses teknis karantina ODR dan ODP masih dimatangkan. Termasuk menunggu kebijakan dari Bupati Jember dr Faida MMR. “Fasilitas karantina sudah siap,” jelasnya.

Dandim 0824 La Ode M Nurdin menyebut, kedatangannya bersama kapolres untuk memastikan apakah tempat karantina itu sudah siap digunakan atau belum. Dikatakannya, persiapan peralatan medis serta fasilitas lain seperti velbet sudah tuntas sepenuhnya. “Disiapkan 300 hingga 400 bed di JSG. Tim satgas masih menunggu alat screening. Alat ini untuk mengidentifikasi pasien apakah terjangkit virus korona atau tidak,” ungkapnya.

Dijelaskannya, posko karantina tersebut disiapkan secara maksimal. Mulai dari pembersihan ruangan, papan nama petunjuk ruangan, termasuk peralatan medis juga sudah siap. Kini, di tempat karantina hanya menunggu satu alat, screening. “Tulisan petunjuk ruangan sudah dipasang. Mulai lantai satu yang akan ke lantai dua. Ada juga petunjuk ruangan untuk pria yang dipisah dengan ruang perempuan. Jadi, kami mendukung langkah mencegah penyebaran Covid-19 di Jember agar bisa diminimalisasi,” paparnya

Sementara itu, terkait kapan proses karantina dilakukan, La Ode juga menunggu arahan dari Bupati Jember. “Untuk proses karantina, kami menunggu arahan bupati,” jelas La Ode.

Mengenai tim kesehatan, menurutnya, juga melibatkan rumah sakit. Apalagi tim medis dipercaya lebih memahami teknis layanan kesehatan di tempat karantina. Hal-hal yang berkaitan dengan sanitasi serta tentang kesehatan lain, menurutnya lebih pas langsung dijelaskan tim medis.

Sekadar informasi, tim medis yang sudah disiapkan ada sebanyak 100 tenaga medis profesional. Jumlah sebanyak itu secara normal dipersiapkan untuk menangani pasien dengan kapasitas 400 orang.

Reporter : Jumai, Nur Hariri

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih