Hindari Gagal Panen, Rutin Lakukan Penyiraman

ATASI KEKERINGAN: Petani sayur di Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kaliwates – Jember, mendapatkan pekerjaan tambahan dengan menyirami tanaman agar tetap tumbuh.

RADARJEMBER.ID – Dampak kekeringan disaat memasuki musim kemarau mulai dirasakan oleh petani sayur di Desa Kebonagung, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kaliwates – Jember.

IKLAN

Memasuki musim kemarau seperti sekarang ini, petani sayur harus rutin turun ke lahan. Hal ini untuk memastikan kondisi tanaman miliknya cukup air apa tidak agar tetap hidup.

Seperti apa yang dilakukan oleh Saniti, salah seorang petani sayur Kebonagung. Dalam satu hari, ibu beranak dua ini dua kali melakukan penyiraman. Yakni pagi dan sore hari.

“Kalau tidak disiram tanaman sayur di petak sawah bisa mati. Karena itu setiap hari rajin ke sawah menengok tanamannya. Pagi hari pukul 05.00 saya berangkat ke sawah sampai pukul 10.00 WIB. Kemudian balik lagi ke sawah pukul 14.00-17.00 WIB,” ungkap Saniti.

Kondisi ini sangatlah berbeda bila dibanding saat musim penghujan. Saniti dan petani sayur setempat tidak perlu menyiram tanaman sayur tersebut.

Untuk mendapatkan air, petani sayur di Kelurahan Kebonagung, terpaksa menggali tanah di pinggir lahan milik mereka sedalam 1 meter sebagai tempat penyimpanan air, bersumber dari irigasi sawah.

“Kalau tidak pakai cara seperti ini, tanaman Bayam, Sawi dan Kenikir milik saya tidak bisa dipanen. Setiap bedengan dilakukan 20 kali penyiraman menggunakan gambor. Jangan tanya capeknya, setiap kemarau ya seperti ini,” imbuhnya.

Petani sayur lainya, Misni, juga melakukan hal yang sama. Dikatakannya, kemarau tidak saja berimbas terhadap sulitnya mendapatkan air, namun mempengaruhi juga hasil panenan sayur.

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Hadi Sumarsono