Pasokan Blewah Banyak dari Luar Kota

PILIHAN BUAT BERBUKA: Warga menurunkan blewah dari atas pikap di pasar Rambipuji, kemarin. Permintan buah-buahan yang tinggi membuat pasokan buah, salah satunya blewah, didatangkan dari luar kota.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Buah-buahan menjadi salah satu yang paling diburu di bulan Ramadan. Akan tetapi, kesempatan itu belum banyak dimanfaatkan petani lokal sebagai peluang bisnis dengan menanam berbagai varian buah. Alhasil, sejumlah buah segar pun banyak yang didatangkan dari luar kota.

IKLAN

Salah satu buah yang diburu warga pada puasa hari perdana, kemarin (24/4), yakni blewah. Buah yang biasanya dijadikan campuran es ini memang menyegarkan. Sayangnya, buah tersebut tak banyak ditanam oleh petani Jember. Kalaupun ada, hasil panen mereka masih jauh dari kebutuhan pedagang dan warga Jember.

Rudi Prasetyo, pedagang Pasar Rambipuji, menyebut, blewah tersebut didapat dari Probolinggo. “Ini beli dari petani Probolinggo. Jadi, dijual lagi di sini,” ucapnya.

Menurutnya, pembelian blewah dalam jumlah besar tidak lain untuk memenuhi kebutuhan warga. Buah blewah sudah cukup terkenal selama beberapa tahun terakhir. “Kalau di Jember ada, pasti beli di Jember. Tetapi nyari-nyari tidak ketemu,” imbuhnya.

Pasokan buah yang dibeli pedagang untuk dijual lagi, menurut dia, juga diambil dari beberapa kabupaten dan kota sekitar. “Buah-buah lain juga banyak yang dari luar kota,” tegasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, harga blewah pada awal puasa kali ini tergolong cukup tinggi. Harga ecer per kilogramnya berkisar antara Rp 9 ribu sampai 10 ribu rupiah. Harga tersebut bisa berbeda-beda, karena pedagang mendapat harga dari tengkulak atau petani juga berbeda-beda. “Saya jualnya sepuluh ribu,” kata Mubarok, pedagang lain di Pasar Rambipuji.

Adanya pasokan blewah dari Probolinggo setidaknya bisa menjadi pelajaran. Jika petani Rambipuji menanam blewah, setidaknya kebutuhan blewah saja tidak harus didatangkan jauh dari tempat lain.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti