Warga Terpaksa Memutar Lebih Jauh

Diterjang Banjir, Jembatan Penghubung Dua Kecamatan Putus

PUTUS: Seorang anak memandangi jembatan yang rusak di bagian ujungnya. Jembatan penghubung dua kecamatan putus setelah diterjang banjir bagian fondasinya, beberapa minggu lalu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selain di JLS Desa Paseban dan di Kali Tanggul, jembatan rusak akibat hujan deras serta debit air sungai meninggi juga terjadi di Sukorambi. Sebuah jembatan beton yang menghubungkan Kelurahan Jumerto, Kecamatan Patrang, dengan Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, rusak berat Sabtu (23/2) malam lalu. Akibatnya, akses jalan kedua daerah tersebut putus seusai dihantam banjir bandang, beberapa waktu lalu.

IKLAN

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, ambrolnya jembatan tersebut tidak sekaligus. Namun, diawali dengan beberapa fondasi yang tergerus di sisi timur. Seiring waktu berlalu, akibatnya fondasi ambrol dan empat batang besi penguat jembatan ikut runtuh.

Beruntung, sisi timur jembatan tak langsung ambruk ke sungai. Putusnya jembatan tersebut mengakibatkan warga, khususnya pengguna jalan yang menggunakan motor dan roda empat, tidak bisa melintas. “Yang kasihan orang tua yang mau mengantar anaknya. Dengan putusnya jembatan ini orang tua yang mau ngantar harus memutar yang lebih jauh,” ujar Haji Mudofar Imam, tokoh masyarakat setempat.

Sebelumnya, jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung dari Kelurahan Jumerto dengan Desa Klungkung. Putusnya jembatan juga memutuskan saluran air bersih untuk warga yang membutuhkannya. “Karena yang dibentangkan di samping jembatan itu juga putus, bahkan terseret air sungai,” lanjut Mudofar.

Jembatan dengan panjang sekitar 30 meter dengan lebar 3,5 meter itu memiliki penyangga di bagian tengahnya. Sehingga hanya bagian sisi timur saja yang ambrol karena lepas dari fondasinya yang ambrol lebih dulu. Kemudian, diikuti empat batang besi lainnya.

Sejatinya, warga akan membuat jembatan sederhana yang hanya cukup dilewati sepeda motor. Ini diperuntukkan kepada warga yang mau mengantar anaknya sekolah agar mereka tidak harus memutar yang lebih jauh. Namun urung dilakukan. “Dikhawatirkan ketika dilewati, tiba-tiba ambruk, sehingga pembuatan jembatan sementara dibatalkan,” ujarnya.

Jadilah para orang tua terpaksa memutar agar bisa beraktivitas sehari-harinya. Mudofar berharap pihak-pihak berwenang bisa segera membangun jembatan kembali agar kegiatan warga bisa berlangsung seperti sedia kala.

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti