Mengakomodasi Dukungan Relawan

Alasan Faida Maju Jalur Independen 

SELEKSI BERKAS: Petugas memilah berkas dukungan pasangan Cabup-Cawabup Faida-Vian, yang mendaftar lewat jalur perseorangan di kantor KPU Jember Jalan Kalimantan 31. 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Jember tahun ini masih susah ditebak. Banyak nama tokoh yang muncul, meski belum ada tanda-tanda turunnya rekomendasi partai politik. Di tengah situasi politik seperti ini, Bupati Jember Faida mengambil langkah yang jarang dilakukan calon petahana. Dengan menggandeng Dwi Arya Nugraha Oktavianto sebagai cawabup, Faida menempuh jalur perseorangan.

IKLAN

Jika menilik Pasal 34 Peraturan KPU (PKPU) Nomor 18 Tahun 2019 yang merupakan perubahan kedua atas PKPU Nomor 3 Tahun 2017, Faida masih memiliki waktu sampai besok (26/2) untuk banting setir atau tidak. Sebab, setelah tanggal 27 tak ada pilihan lagi bagi pasangan ini untuk maju lewat jalur parpol. Mereka harus konsisten di jalur independen.

Lalu, ketika ada rekomendasi partai politik sebelum tanggal 27 Februari, apakah Faida akan berubah pikiran? Dia mengaku akan mengalir saja. “Kita mengalir saja mengikuti jalannya cerita,” papar perempuan yang dulu diusung dan didukung Partai Nasdem, PDIP, PAN, dan Partai Hanura dengan pasangannya KH A Muqiet Arief tersebut.

Kepada sejumlah wartawan, Faida, yang kini menggandeng Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian), menjelaskan alasan mengapa dirinya menjajaki jalur independen. Faida menegaskan, jalur independen yang dipilih bukan sesuatu hal yang direncanakan. Akan tetapi, ada kehendak besar dari para relawan dan pendukungnya yang meminta untuk masuk sekali pun harus jalur perseorangan.

Di lapangan, relawan Faida-Vian pun bergerak hingga mampu menggalang dukungan yang jumlahnya diklaim mencapai 250-an ribu. Sedangkan yang mampu diinput ke dalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon) mencapai 180.082 dukungan.

“Jadi, sejatinya maju independen tidak kami rancang. Tapi berjalan mengalir begitu saja. Diawali dengan keinginan relawan dan pendukung yang ingin diakomodasi. Untuk menghargai ikhtiar para relawan kami mengambil sikap mengakomodasi dukungan tersebut secara terstruktur,” beber Faida.

Demi menghargai kerja keras penggalangan dukungan yang dilakukan para relawan, Faida mengaku tidak ada lagi alasan untuk tidak mengakomodasi keinginan pendukungnya. Apalagi, Faida yang juga sempat mendaftar ke PDIP untuk maju kembali, prosesnya dinilai lama. Membutuhkan banyak tahapan, termasuk survei-survei.

Adanya kesempatan dan penggalangan dukungan para relawan yang klaimnya mencapai dua kali lipat dari persyaratan minimal, membuatnya maju atas rekomendasi masyarakat yang mendukungnya. “Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mendaftarkan dukungan masyarakat, karena memang rekomendasi dari partai politik belum ada sampai sekarang,” jelas Faida.

Untuk itulah, kesempatan yang juga dijamin oleh undang-undang tersebut tidak akan dibuang begitu saja. Apalagi, datangnya dukungan langsung dari masyarakat. “Kesempatan jalur independen ini kami lakukan sebagai salah satu ikhtiar,” tegasnya.

Sekalipun belum ada rekomendasi dari partai politik, Faida masih melakukan komunikasi dengan beberapa partai. Namun demikian, rekomendasi partai mungkin akan dipakai sebelum masuk tanggal 27 Februari. “Sampai hari ini belum ada satu partai politik yang fix memberi dukungan, termasuk kepada Faida-Vian. Kita akan terus melakukan komunikasi, karena sejatinya takdir yang kita imani yang terbaik,” paparnya.

Sementara itu, Rully Effendi, juru bicara Faida-Vian, pernah mengatakan, ada alasan sehingga jalur independen dipilih. Alasan krusial itu yakni berkaitan dengan konstelasi politik di Kabupaten Jember. Penggunaan hak angket oleh mayoritas anggota dewan, termasuk empat partai pengusung dan pendukungnya, menjadi salah satu alasan ditempuhnya jalur independen. “Independen ini adalah kehendak masyarakat yang menginginkan Ibu Faida memimpin Jember dua periode,” ulasnya.

Rully menyebut, penggalangan dukungan oleh masyarakat sangat masif dilakukan begitu mendengar DPRD Jember menggulirkan penggunaan hak angket atas dugaan sejumlah kasus di Jember. “Para relawan banyak yang bergerak tanpa harus mendapat imbalan. Begitu dukungan mencapai dua kali lipat dari syarat minimal, Ibu Faida pun tidak bisa menolak untuk memasukkan berkas persyaratan ke KPU Jember,” paparnya.

Sekadar informasi, syarat minimal sebagai prasyarat untuk lolos menjadi calon bupati dan wakil bupati adalah 121.127. Sementara itu, Faida-Vian mengklaim mengumpulkan dukungan sekitar 250-an ribu dan terinput ke dalam Silon 180.082 dukungan.

Jika menelisik ke belakang, Faida yang menempuh jalur independen ini sepertinya sudah sangat siap. Apalagi, situasi politik di Jember, mayoritas partai politik bersikap bahwa tidak akan mengusung petahana. Baik dilakukan partai besar, partai papan tengah, maupun partai yang hanya mendapat satu-dua kursi di DPRD Jember.

Komisioner KPU Jember Ahmad Susanto menegaskan, berkas dukungan Faida-Vian masih dalam kroscek data. Yakni pencocokan antara data dukungan soft copy dan hard copy. Termasuk jumlah persebarannya. “Hari ini masih dilakukan kroscek. Ini akan terus berlangsung sampai tanggal 26 Februari,” ucap Susanto, kemarin.

Sementara, pasangan AW Djamin dan Asiruddin (Djamas) yang sempat bersemangat untuk maju melalui jalur independen, harus legawa karena ditolak KPU Jember. Saat penyerahan berkas, Minggu tengah malam, pasangan ini hanya mampu menginput data ke dalam Silon sebanyak 35.260 dukungan. Pasangan ini sebelumnya mengklaim, data dukungan di atas kertas mencapai 60 persen, tetapi input datanya tidak maksimal.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih