Pilih Jadi Relawan Ambulance Ketimbang Ugal-Ugalan di Jalan

NYALI TINGGI: IEA atau relawan ambulance tidak banyak diminati orang karena resiko di jalan setiap saat bisa terjadi.

RADARJEMBER.ID – Keberadaan relawan ambulance mungkin belum banyak diketahui oleh warga Jember. Padahal, Indonesian Escoting Ambulance (IEA) resmi berdiri tahun 2018, termasuk di Kabupaten Jember.

IKLAN

IEA sendiri saat ini berjumlah 17 orang. Profesi ini lebih didominasi oleh laki-laki.
Mengingat, relawan ambulans itu memiliki resiko tinggi.

Lengah sedikit di jalan, nyawa taruhannya. Hal itu tentu membuat orang berpikir 100 kali, sebelum mendaftarkan diri sebagai relawan ambulance. Apalagi tugas mereka tidak mengenal waktu.

Seperti dikatakan, Bahrul Wahyu, wakil koordinator IEA wilayah Jember, warga Dusun Beteng, Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro.

Alumni SMK Negeri 5 Jember itu merasa terpanggil untuk bergabung di IEA. Meski, kedua orangtuanya sempat melarang karena menjadi relawan resikonya sangat besar.

“Saya pertama kali masuk IEA di Surabaya. Kemudian pindah tugas di Malang dan saat ini berada di IEA wilayah Jember. Saat melaksanakan tugas, posisi relawan berada di depan mobil ambulans dan berjarak minimal 15 meter,” ungkap Bahrul.

Di saat berkendara mengantarkan ambulans membawa pasien ke rumah sakit. Relawan ambulans hanya mengandalkan peluit dan sepeda motor didesain sendiri menggunakan lampu dobel sein (hazard).

“Ngeri dan takut bila belum terbiasa mengawal ambulans, karena kecepatannya di atas rata-rata. Apalagi bila kebetulan traffic light padam dan berada di persimpangan maka butuh ekstra kehati-hatian jika tidak ingin celaka di jalan” imbuhnya.

Hal senada dikatakan oleh Muhammad Iqbal Rahmatulah. Dalam diri relawan ambulans harus bermodalkan keberanian luar biasa.Namun demikian, pemuda asal Dusun Rambi Tengah, Desa/Kecamatan Rambipuji merasa bangga melakoni profesi relawan ambulans, ketimbang ugal-ugalan atau kebut-kebutan di jalan.

Kini relawan ambulans atau IEA, tidak sebatas mengawal ambulan, namun juga menjalin kemitraan dengan BPBD Kabupaten Jember, Satlantas dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Istimewa

Editor : Hadi Sumarsono