Naik Motor Harus Cukup Umur

SOSIALISASI LALU LINTAS: Polisi memberikan pemahaman dan pengertian pada remaja di Jember.

RADARJEMBER.ID -Tingginya kasus kecelakaan lalu lintas, menuntut diri untuk berhati-hati dalam berkendara. Angka kecelakaan lalu lintas terus mengalami peningkatan sekitar 20 persen, sampai saat ini.

IKLAN

Mulai kasus kecelakaan dengan luka ringan, luka berat, sampai meninggal dunia.

Kepala Kepolisian Sektor Sumbersari Kompol Faruk Mustafa menjelaskan, safety dalam berkendara menjadi sebuah keharusan. Mulai dari mengerti dan paham dalam mengendarai kendaraan.

Seperti halnya penggunaan tombol lighting dan penggunaan helm saat berkendara kemana-mana. “Terlebih mengendarai yang masih dibawah umur,” katanya.

Dijelaskan juga, membawa motor di bawah umur jelas melanggar aturan.

Pada pasal 77 ayat (1) disebutkan: Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi).

“Nah, karena belum berusia 17 tahun, anak SMP dipastikan tidak memiliki SIM. Kalau berbicara aturan, itu tidak boleh,” imbuhnya.

Jika melanggar, akan mendapat sanksi. Yaitu, pidana dengan pidana kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta.

Sejauh ini, tingkat kriminal yang terjadi pada anak muda semakin meningkat. Karenanya sekolah harus sadar memberikan penyuluhan kepada siswa dan wali murid terkait tindak kriminal. Selain membahayanan orang lain juga akan membahayanan individu tersebut juga.

Dalam hal ini pasukan polisi tetap intensif melakukan penindakan. “Ya akan sia-sia jika masyarakat tidak ikut membantu dalam menindak kejahatan kriminal yang dilakukan kalangan anak muda.

“Masyarakat turut andil terkait menjaga tindak anak mereka,” ungkapnya.

Reporter : Nurul Azizah

Fotografer : Istimewa

Editor : Hadi Sumarsono