Kisah Anak Muda Ciptakan Aplikasi Jasa Perbaikan

Tinggal Klik, Teknisi Bisa Dipanggil ke Rumah

Layanan jasa servis merupakan salah satu hal yang kita butuhkan, terlebih saat mengalami kendala pada perabotan atau perangkat yang kita gunakan. Layanan jasa servis kini semakin mudah kita temukan melalui bantuan sebuah aplikasi bernama Perbaik.in. Usaha rintisan anak muda Jember ini telah rilis pada 2019 lalu. Seperti apa kisahnya?

BIKIN APLIKASI JASA SERVIS: Empat orang yang mengoperasikan aplikasi Perbaik.in, sebuah aplikasi penyedia jasa layanan servis elektronik. Lewat aplikasi ini, teknisi bisa dipanggil ke rumah langsung.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – PERBAIK.IN adalah aplikasi penyedia informasi jasa perbaikan yang bisa diunduh di Play Store pada ponsel pintar berbasis Android. Aplikasi mobile ini memberikan informasi jasa perbaikan elektronik hingga kebutuhan rumah tangga. Mulai dari perbaikan pompa air, kulkas, AC, mesin cuci, komputer, handphone, laptop, televisi, hingga lainnya.

IKLAN

Melalui aplikasi tersebut, teknisi bisa dipanggil datang ke rumah konsumen. Jadi, konsumen tidak perlu repot-repot membawa barang elektroniknya yang rusak ke toko. Apabila konsumen ingin mencari teknisi untuk memperbaiki kerusakan pompa air, aplikasi tersebut otomatis akan merekomendasikan teknisi pompa air terdekat dari koordinat lokasi konsumen.

Setelah menemukan tenaga servis dan lokasi terdekat, konsumen bisa melakukan interaksi dan transaksi sebagaimana yang telah direkomendasikan oleh aplikasi. Selain itu, konsumen bisa memutuskan apakah memanggil jasa servis lainnya atau memilih teknisi tersebut untuk datang langsung ke rumah guna memperbaiki kerusakan barang elektroniknya.

Aplikasi yang sudah mulai muncul pertengahan 2019 lalu ini bisa dibilang satu-satunya start up yang menawarkan jasa perbaikan, dengan teknisi langsung datang ke rumah konsumen. Namun siapa sangka, ternyata di balik pembuatan aplikasi tersebut ada dua anak muda asli Jember. Mereka adalah Bobby F Wijaya sebagai founder dan Ferly Herlambang co-founder aplikasi yang bernama Perbaik.in itu.

Bobby pun menceritakan sepak terjangnya bersama rekannya dalam membuat start up aplikasi Perbaik.in. “Saya dulunya punya teman dengan keahlian servis HP keliling. Nah, akhirnya saya punya ide bikin aplikasi jasa servis HP. Tapi yang bikin aplikasi teman saya,” ucap alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Jember ini.

Setelah sepakat bersinergi dalam aplikasi Perbaik.in, proses pembuatannya pun cukup singkat. Hanya membutuhkan waktu satu hingga dua bulan. Digagas pada April 2019, dan rilis perdana tanggal 28 Juni tahun lalu. “Kami uji coba dan promosi di area Jember dulu. Karena memang harapannya orang Jember dulu yang memanfaatkan aplikasi ini dan menjaring para teknisi se-Jember,” kata Bobby.

Sebelum dirilis, Bobby sudah mendata para teknisi jasa perbaikan di Jember agar mereka semua bisa masuk ke dalam aplikasi tersebut. “Awalnya, kami pasang iklan di Instagram. Tapi, ternyata banyak juga para teknisi dari kawasan Jabodetabek yang ingin bergabung,” lanjut pria berusia 35 tahun ini.

Setelah resmi dirilis selama tiga bulan, pria yang akrab disapa Bowi ini pun memutuskan untuk memasang iklan promosi lagi untuk area Jabodetabek di platform Instagram. Semua operasional menggunakan dana pribadi. “Kalau soal keterbatasan dana, pasti ada lah. Tapi kami sudah bertekad sama-sama ingin membuat bisnis start up yang bermanfaat bagi banyak orang,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Aplikasi ini menyasar masyarakat, khususnya yang tinggal di rumah. Khususnya yang belum mengetahui informasi apabila ada kerusakan barang elektronik dan terbiasa memperbaiki ke jasa servis. “Harapannya, aplikasi ini bisa membantu mereka. Kalau ada TV yang rusak, teknisi terdekat bisa menjangkau untuk memperbaiki langsung di rumahnya,” jelas Bobby.

Hingga saat ini, total sudah 10 ribu pengguna yang mengunduh aplikasi tersebut. Jumlah teknisi yang bergabung di Perbaik.in pun mencapai 1.400 orang dengan lebih dari 10 kategori jasa perbaikan. Para teknisi tersebar di berbagai pelosok kota di Indonesia.

“Kami tidak mengambil keuntungan dari transaksi teknisi kepada konsumen, itu sudah menjadi keuntungan mereka full. Kalau harga tentu beda-beda, itu juga tergantung komunikasi antara teknisi dan konsumen,” kata Bobby.

Di aplikasi tersebut, calon konsumen bisa melihat rekam jejak sang teknisi. Sebab, di kolom profil teknisi, konsumen bisa melihat komentar pelanggan sebelumnya. “Jadi, kami buat semacam review. Kalau puas dengan layanannya bisa komentar di lapaknya dan share link ke temannya,” ungkap Bobby.

Lantas, dari mana pendapatannya? Bobby mengungkapkan, saat ini dia dan timnya mendapat keuntungan dari pemasangan iklan di aplikasi tersebut. Jadi, para teknisi dapat memasang iklan jasa servisnya dalam aplikasi itu, dan bisa melakukan promosi untuk dapat memikat konsumen.

“Mereka pasang iklan di aplikasi kami. Harganya pun bervariasi, lihat ukuran dan letaknya, di halaman depan atau halaman lain. Selain itu, nantinya kami akan menggandeng brand untuk bisa berpromosi di aplikasi kami,” ucap pria yang tinggal di Kelurahan Sumbersari ini.

Kini, sudah ada ratusan pelanggan tetap yang menggunakan jasa teknisi melalui Perbaik.in. Di Jember tercatat kurang lebih 100 teknisi sudah bergabung dengan Perbaik.in.

Saat ini, ada dua rekannya lainnya yang membantu operasional tim, yakni Febrian di bagian desain grafis dan Iqbal sebagai admin operasional. Total, ada empat personal dalam Perbaik.in sekarang ini. “Harapannya, ke depan kami ingin terus mengembangkan aplikasi ini menjadi lebih baik, sehingga memudahkan pengguna sekaligus teknisi dalam menjalankan usahanya dan bisa menginspirasi kawan-kawan di Jember untuk bisa membangun start up yang bisa diperhitungkan di level nasional,” pungkas Bobby.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti