Bisa Usir Rasa Bosan Anak

MEDIA BELAJAR DI RUMAH: Kustiyah, salah seorang pedagang buku bekas di belakang Johar Plaza, menyebut bahwa penjualan buku bekas cukup lancar di momen pandemi korona saat ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belajar di rumah terkadang bisa membuat anak-anak mudah merasa bosan. Nah, untuk mengusirnya, ada banyak alternatif yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan memberi buku bekas kepada anak-anak sebagai sarana pembelajaran.

IKLAN

Terkadang jika dipikir-pikir, tentunya kurang afdal jika membelikan anak buku bekas. Tetapi jangan salah, akibat pandemi korona yang terjadi, hampir semua lini perekonomian mengalami penurunan. Tentunya, buku bekas bisa lebih terjangkau sebagai salah satu pilihan yang dapat mengusir jenuhnya anak di rumah.

Menurut Kustiyah, salah seorang pedagang buku bekas di belakang Johar Plaza, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, penjualan buku bekas mulai mengalami peningkatan. Khususnya penjualan buku bacaan bagi anak-anak, yang kini banyak diburu warga. “Beberapa hari ini ada peningkatan pembelian buku, khususnya buku bacaan. Banyak warga yang menjadikan buku bekas sebagai solusi pembelajaran anak di rumah,” ucapnya.

Menurutnya, pembelian buku bacaan di masa pandemi justru tergolong masih bagus. Sebab, buku-buku yang disertai gambar juga bisa membuat anak tidak bosan di rumah. Di samping harganya lebih murah, sajian buku untuk mengisi aktivitas anak di rumah juga butuh variasi. “Kalau bukunya monoton, anak-anak juga bosan,” lanjutnya.

Sementara itu, Imsen Suhaimi, salah satu warga asal kelurahan Tegal Besar, mengaku, ia  datang untuk membeli buku bacaan. Menurutnya, buku bacaan, walaupun bekas, tetap memberi ilmu pengetahuan. “Tidak harus baru, yang penting isinya dapat dipahami,” ulasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, ada banyak jenis buku bekas yang dijual. Mulai dari kamus, majalah, komik, buku-buku keagamaan, hingga buku pelajaran. Nah, khusus buku pelajaran pun banyak diburu warga. Akan tetapi, di masa pandemi ini buku pelajaran masih kalah dengan buku bacaan seperti cerita atau keilmuan pengembangan.

Khusus untuk buku pelajaran, rata-rata para orang tua mencari buku yang sama dengan buku yang berasal dari sekolah putra-putrinya. Kadang-kadang, warga juga membeli karena buku dari sekolah anaknya hilang.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti